Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Perjuangan Kirim Bantuan ke Kp Sekumur Aceh Tamiang, Membelah Sungai Penuh Buaya
Minggu, 21 Desember 2025 12:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Deru mesin perahu motor memecah sunyi sungai yang meluap di Aceh Tamiang. Di atas air keruh sisa banjir bandang, petugas TNI dan relawan duduk rapat menjaga keseimbangan, bersama himpitan karung dan kardus bantuan di atas perahu.
Beginilah perjuangan menyalurkan bantuan menuju Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, sebuah kampung yang terisolasi karena akses darat terbatas. Hanya yang sungai yang efektif untuk menyalurkan bantuan.
Perjalanan air penuh risiko itu memakan waktu berjam-jam. Sungai yang berubah menjadi jalur utama bantuan itu merupakan habitat buaya. Beberapa kali, awak perahu harus memperlambat laju mesin ketika sosok reptil besar muncul di tepian, mengintai tanpa suara. Namun, rasa takut dikalahkan oleh tekad, sebab bantuan harus sampai kepada warga yang menunggu di pengungsian.
Baca juga : FKMPI Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Di Aceh Tamiang
Setibanya di tepi sungai Desa Sekumur, tantangan belum usai. Petugas TNI lalu menggotong karung bantuan melewati tumpukan kayu besar yang terseret banjir bandang. Kayu-kayu itu menutup jalur darat menuju tenda pengungsian. Memaksa semua pihak berjalan hati-hati, sambil menjaga agar logistik tetap kering.
Harapan dari Tenda Pengungsian
Di tenda pengungsian, suasana berubah haru. Warga tampak tersenyum setiap kali bantuan datang. Mereka berbaris rapi, mengantre dengan tertib untuk menerima sembako dan kebutuhan harian lainnya.
Anak-anak mengikuti orang tua mereka. Sementara para lansia duduk menunggu giliran dengan sabar, seolah kelelahan bencana sejenak terobati.
Baca juga : Disebut Belum Terima Bantuan Dan Kelaparan, Warga Aceh Tamiang: Hoaks!
Warga Desa Sekumur pun menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan. “Kami atas nama masyarakat Desa Sukumur, mengucapkan ribuan terima kasih atas segala bantuannya dari Bapak Pemerintah, yang telah sudi memberi bantuan seperti sembako," paparnya, Sabtu (20/12/2025).
"Namun, yang sangat kami butuhkan adalah tempat untuk beristirahat di dataran lebih tinggi dan bantuan perumahan, karena rumah kami sudah tidak layak, bahkan banyak yang tinggal lapak,” sambung dia.
Meski lelah, para petugas dan relawan terus bergerak dari satu titik ke titik lain. Sungai, lumpur, dan kayu hanyut menjadi saksi kerja kemanusiaan yang tak kenal jeda. Demi memastikan setiap keluarga terdampak merasakan kehadiran negara di tengah bencana, yang masih menyisakan duka mendalam bagi warga Desa Sekumur saat ini.
Baca juga : Tito: Bantuan Red Crescent UEA Tak Dikembalikan, Disalurkan Melalui Muhammadiyah
Warga juga berharap, pemulihan akses bisa segera dilakukan. Pemerintah melalui kolaborasi TNI dan relawan berkomitmen melanjutkan distribusi bantuan, membuka kembali akses jalan, serta memulihkan infrastruktur agar Desa Sekumur dapat bangkit dan warganya kembali hidup aman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya