BREAKING NEWS
 

Ketemu Pimpinan Ormas Islam, Presiden Jelaskan Alasan RI Masuk Board Of Peace

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Rabu, 4 Februari 2026 08:15 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar (kedua kanan), Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (tengah), Ketua Umum ICMI Arif Satria (kedua kiri), Sekjen IKADI Khairan (kiri) dan Ketua Umum Wahdah Islamiyah Zaitun Rasmin (kanan) memberikan keterangan pers usai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan organisasi masyarakat Islam di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Foto: Dwi Pambudi/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto terus membuka ruang dialog dengan berbagai kalangan.  Kemarin, giliran ketemu dengan pimpinan ormas Islam. Dalam pertemuan itu, Prabowo jelaskan keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Palestina atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ada 40 pimpinan ormas Islam yang diundang ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Meskipun pertemuan digelar pukul 14.00 WIB, tapi  para undangan mulai berdatangan sejak pukul 12.30 WIB.

Hadir antara lain Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, Ketua Umum Hidayatullah Nasaruddin Arsyad, hingga tokoh Muslim Tionghoa Yusuf Hamka alias Babah Alun.

Mereka yang hadir terdiri dari ketua umum, wakil ketua, dan sekretaris dari ormas Islam yang dipimpinnya. Mereka hadir bergantian sesuai organisasinya masing-masing dengan busana beragam, mulai dari batik hingga pakaian muslim.

Selain pimpinan ormas Islam, hadir juga sejumlah menteri. Tampak Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadir, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sebelum pertemuan, Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis mengonfirmasi agenda utama diskusi. Menurutnya, Presiden akan menjelaskan langsung alasan Indonesia memilih bergabung dalam BoP.

Baca juga : ”Kalau Tak Suka Prabowo Silakan, 2029 Tarung...”

“Nanti kita tunggu penjelasan dari Pak Presiden mengapa Indonesia bergabung,” ujar Cholil sebelum masuk ke dalam Istana Kepresidenan, Jakarta.

Cholil menegaskan, MUI memiliki sikap tegas terkait isu Palestina. Ia menekankan bahwa Indonesia menolak segala bentuk penjajahan dan tetap konsisten membela kemerdekaan Palestina.

“Sebagaimana di dalam Al-Qur’an, kita tidak boleh memperbudak manusia. Kita menolak segala bentuk penjajahan. Ini sejalan dengan strategi membela kemerdekaan Palestina,” tegasnya.

Nada serupa disampaikan Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan. Ia berharap keanggotaan Indonesia di BoP tidak bersifat simbolik, melainkan diikuti langkah nyata.“Kalau perdamaian tentu jangan separuh-separuh. Harus konkret, harus amanah undang-undang, perdamaian yang abadi,” ujarnya.

Amirsyah meminta pemerintah all out mendukung kemerdekaan Palestina. Menurutnya, perdamaian sejati harus berlandaskan konstitusi dan keadilan bagi rakyat Palestina.

Adsense

Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul menilai pertemuan tersebut penting untuk memberikan pencerahan kepada publik. Ia berharap penjelasan Presiden bisa membuat masyarakat memahami konteks kebijakan tersebut secara utuh.

Baca juga : Ingatkan Bahaya Perang Dunia Ketiga, Presiden Tetap Pilih Nonblok

“Ini baik agar rakyat mendapatkan penjelasan langsung. Pandangannya seperti apa nanti kita tunggu setelah pertemuan,” singkat Gus Ipul.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, Presiden Prabowo akan mengurai pertimbangan strategis Indonesia bergabung dengan BoP. “Penjelasan akan dilakukan seputar isu Board of Peace dan posisi Indonesia di dalamnya,” kata Menlu.

Usai pertemuan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa diskusi Prabowo dengan tokoh ormas Islam tidak semata membahas BoP. Menurutnya, Presiden memang rutin berdialog dengan tokoh-tokoh Islam membahas berbagai isu strategis nasional dan global.

“Hari ini beliau kembali berdiskusi untuk meng-update perkembangan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar Pras.

Forum tersebut juga dimanfaatkan Presiden untuk menyerap masukan para pimpinan ormas. Bahkan, isu antisipasi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri turut mengemuka.

“Ada kemungkinan dibahas, terutama terkait stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok,” jelas Juru Bicara Presiden itu.

Baca juga : IHSG Masih Merah, Pemerintah Tenangkan Investor

Terkait keanggotaan Indonesia dalam BoP, Prasetyo menilai dialog langsung dengan tokoh ormas Islam penting agar kebijakan Presiden dipahami secara utuh oleh berbagai elemen masyarakat. “Harapannya, poin-poin tersebut bisa diterima dan dimengerti oleh semua pihak,” ujarnya.

Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menilai Prabowo sebagai pemimpin yang memiliki orientasi masa depan yang kuat. Menurutnya, keputusan bergabung dalam BoP mencerminkan kemampuan Presiden membaca dinamika global secara cepat dan strategis.

“Ternyata Bapak Presiden future oriented-nya itu dahsyat. Kita bersyukur Bapak Presiden mampu membaca tanda-tanda zaman ke depan begitu cepat,” jelas Prof. Nasar.

Ia bahkan mengaitkan langkah Prabowo dengan Perjanjian Hudaibiyah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW—yang sempat menuai kritik, namun pada akhirnya membawa kebaikan besar. “Banyak yang salah paham di awal, tapi setelah melihat hasilnya, ternyata itu yang terbaik,” katanya.

Dukungan juga datang dari tokoh Muslim Tionghoa Jusuf Hamka. Ia meminta publik tidak berprasangka buruk terhadap langkah Presiden. “Kita harus percaya Presiden Prabowo. Beliau ahli strategi. Jangan suuzan, kita harus husnuzan,” tegas Babah Alun.

Menurutnya, keterlibatan Indonesia di BoP justru membuka ruang lebih besar bagi Indonesia untuk ikut mewarnai arah kebijakan global. “Daripada kita hanya menonton dari luar, lebih baik kita mewarnai dari dalam,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense