BREAKING NEWS
 

Ekonomi Global Stagnan, Airlangga: RI Tumbuh 5,11 Persen, Tertinggi Kedua di G20

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Jumat, 13 Februari 2026 17:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2/2026). Foto: YouTube/PerekonomianRI

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan capaian impresif ekonomi nasional. Di tengah proyeksi ekonomi global yang stagnan di angka 3 persen menurut IMF dan Bank Dunia, Indonesia justru mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal keempat.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam peta ekonomi dunia. "Indonesia di antara negara G20 di kuartal keempat adalah nomor dua, sesudah India yang tumbuh 7,4 persen," ujar Airlangga dalam acara Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Airlangga memaparkan, ketahanan ekonomi domestik ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh solid sebesar 4,98 persen. 

Angka ini mencerminkan efektivitas stimulus ekonomi pemerintah serta peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru. Selain itu, belanja modal pemerintah mencatatkan lonjakan luar biasa hingga 44,2 persen, yang berfungsi efektif sebagai peredam kejut (shock absorber) di tengah risiko perlambatan global.

Baca juga : Pelindo Patok Tahun Ini Arus Petikemas Tumbuh 5 Persen

Sektor riil turut menunjukkan kinerja positif. Industri pengolahan tumbuh 5,3 persen didorong kuatnya permintaan domestik dan hilirisasi, sementara sektor transportasi dan akomodasi melesat di atas 7 persen seiring pergerakan 1,2 miliar wisatawan nusantara sepanjang tahun. 

Pertumbuhan ini berdampak langsung pada perbaikan indikator kesejahteraan, di mana tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25 persen dan pengangguran terbuka menyusut ke level 4,74 persen.

Adsense

Target 2026 dan Peran Danantara

Menatap tahun 2026, pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen. Airlangga menyebut sektor pertanian, manufaktur, digital, dan energi akan menjadi motor penggerak utama.

Baca juga : Bank Mandiri Salurkan Bansos Hingga Rp 15,1 T, Lebih 7,45 Juta Penerima di 2025

Guna menopang ambisi tersebut, Airlangga secara khusus menyoroti peran strategis Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Lembaga ini diharapkan menjadi penyokong utama pembiayaan non-APBN untuk program-program prioritas Presiden, seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, hingga program 3 juta rumah.

"Kami ucapkan terima kasih kepada CEO Danantara Pak Rosan beserta jajaran, Pak Doni Oskaria dan Pak Pandu," tutur Airlangga.

Di sisi eksternal, pemerintah terus agresif membuka akses pasar global. Melalui penyelesaian perjanjian dagang seperti EU-CEPA yang menargetkan tarif nol persen pada 2027, serta kemitraan dengan Inggris, Kanada, dan Eurasia, Indonesia membidik perluasan pasar ekspor secara masif. 

Airlangga bahkan memproyeksikan, jika seluruh akses pasar dibuka, ekspor tekstil berpotensi meningkat hingga 10 kali lipat dalam satu dekade mendatang.

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Sejak Pandemi

Reformasi pasar modal juga terus digenjot untuk meningkatkan likuiditas. Airlangga menyebut rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) publik dari 7,5 persen menjadi 15 persen, serta transparansi bagi pemegang saham di bawah 5 persen, demi menarik minat dana pensiun dan asuransi masuk ke pasar saham yang lebih dalam.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense