BREAKING NEWS
 

Pakar: Indonesia Penting di Board of Peace, Cegah Israel Monopoli Narasi

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 16 Februari 2026 14:18 WIB
Pengamat Militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi (Foto: X/khairul_fahmi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat Militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menegaskan, kehadiran Indonesia dalam Board of Peace (BoP) sangat vital untuk memecah monopoli narasi Israel di panggung internasional.

Sikap skeptis yang berlebihan di dalam negeri, justru berisiko memberikan kemenangan gratis bagi faksi sayap kanan Israel.

Khairul mengingatkan adanya bahaya linearitas kepentingan, jika Indonesia memilih untuk mundur dari misi ini karena khawatir jebakan politik.

Jika kursi Indonesia di BoP kosong, kekuatan penyeimbang akan hilang. Ini sama saja membiarkan Israel dan sekutu dekatnya mendominasi setiap keputusan di lapangan.

Baca juga : Kimia Farma Diagnostika Gandeng Pfizer, Perkuat Vaksinasi Nasional

"Logikanya memang brutal, namun nyata,” tegas Khairul, Senin (16/2/2026).

Garis keras sayap kanan Israel menolak TNI masuk, karena ingin menguasai Gaza tanpa saksi mata. Sementara kaum skeptis di Indonesia menolak karena khawatir dijebak.

Adsense

“Jika kita menuruti kekhawatiran itu, hasilnya tetap sama: TNI batal berangkat. Israel pun menang, mudah karena tidak ada kekuatan penyeimbang di dalam Board of Peace maupun di lapangan,”  beber Khairul.

Menurutnya, bila Indonesia mundur, yang diuntungkan adalah faksi sayap kanan Israel. Termasuk, dalam koalisi pemerintahan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu. Mereka akan mendapatkan hadiah kemenangan dari keraguan Indonesia.

Baca juga : Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026, Bahas Arah Ekonomi Nasional

"Kita seolah mempermudah pekerjaan mereka untuk mengisolasi Gaza dari dunia luar, tanpa harus mengotori tangan mereka sendiri untuk mengusir kita," jelas Khairul. 

Meski mengakui tantangan berat berdasarkan pengalaman di UNIFIL Lebanon, Israel kerap menghambat posisi perwira TNI.

Fahmi menilai skema ISF kali ini memiliki dinamika berbeda. Saat ini, persetujuan Israel sedang ditekan secara kolektif melalui instrumen internasional di BoP.

Kehadiran Indonesia di meja perundingan justru menjadi kunci untuk menggagalkan upaya Israel menggunakan "veto politik" dalam menolak pasukan dari negara Muslim. Tanpa Indonesia, faksi kanan Israel akan lebih mudah mengisolasi Gaza dari pengawasan dunia luar.

Baca juga : Drama Penalti di Naples, Como Hentikan Langkah Napoli di Coppa Italia

"Consent Israel sedang dipaksa hadir melalui tekanan internasional di Board of Peace. Absennya kita di meja perundingan, justru mempermudah Israel menggunakan veto politiknya untuk menolak pasukan negara Muslim. Persis seperti keinginan faksi kanan mereka," papar Khairul.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense