BREAKING NEWS
 

Syam Basrijal: Gen Z, Tekanan Digital, Dan Krisis Sunyi Yang Tak Terlihat

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Selasa, 17 Februari 2026 14:12 WIB
Founder Satya Mindcare Syam Basrijal. Foto: Dok Satya Mindcare

 Sebelumnya 
Pola Keluarga yang Belum Adaptif

Di samping itu, Syam juga menyebut bahwa banyak orang tua berasal dari generasi yang tumbuh dalam dunia yang lebih stabil dan linier. Pendidikan dianggap jaminan kerja. Kerja keras dianggap cukup untuk sukses. Dunia hari ini berbeda.

Padahal realitasnya, ekonomi lebih kompetitif, teknologi berubah cepat, sehingga karier pun tidak lagi linear.

Baca juga : Di Saat Dunia Krisis Pangan, Alhamdulillah, Kita Surplus

"Namun sebagian pola pengasuhan masih menggunakan pendekatan lama; tekanan akademik tinggi, minim ruang dialog emosional, dan ekspektasi yang tidak selalu realistis," tandasnya.

Dampak yang dihasilkan dari pola asu semacam itu akan membuat anak-anak terkesan menyimpan gejolak batinnya sendiri di dalam hati dan pikiran. Karena ketika anak merasa tidak dipahami, ia ternyata tidak selalu memberontak. Kadang ia memilih diam.

"Diam yang panjang inilah yang menjadi krisis sunyi. Generasi ini tidak kekurangan akses informasi. Mereka kekurangan ruang aman untuk mengekspresikan rasa takutnya," tutur Syam.

Baca juga : SWA Media Group Apresiasi Transformasi Digital Marketing Perusahaan Terbaik

Dalam konteks itu, Syam Basrijal ingin mengajak para orangtua agar lebih bijak dalam menyikapi kondisi Gen Z. Jangan sampai sering menuduh mereka manja, rapuh, atau tidak tahan tekanan. Karena bisa jadi itu adalah perspektif yang keliru.

"Mereka bukan lebih lemah. Mereka lebih terpapar. Paparan informasi, paparan perbandingan, paparan ketidakpastian global," jelasnya.

Sehingga untuk menghadapi anak-anak tersebut, pendekatannya bukan "militeristik" atau "kekerasan", melainkan pendampingan sehingga anak-anak bisa lebih terbuka dan nyaman untuk berbicara serta bercerita dengan orangtuanya.

Baca juga : Irjen PKP Laporkan Dugaan Korupsi BSPS Bangkalan ke KPK, Negara Selamat Rp 22 Miliar

"Di tengah tekanan tersebut, mereka tetap berusaha belajar, bekerja, dan membangun masa depan. Yang mereka butuhkan bukan penghakiman, melainkan pendampingan. Di sinilah pendekatan berbasis kesadaran menjadi relevan," ucap Syam Basrijal.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense