BREAKING NEWS
 

LPOI Serukan Hentikan Perang, Dukung Prabowo Mainkan Diplomasi Internasional

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 3 Maret 2026 17:54 WIB
Foto: LPOI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyerukan penghentian perang dan penghapusan segala bentuk penjajahan di dunia, sekaligus menyatakan dukungan terhadap langkah diplomasi internasional Presiden Prabowo Subianto.

Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik global dan polarisasi geopolitik yang dinilai mengancam stabilitas dunia.

Dalam pernyataan resminya, LPOI menilai dunia saat ini berada pada titik kritis sejarah. Eskalasi konflik bersenjata, agresi lintas batas, krisis kemanusiaan, hingga disrupsi ekonomi global telah menggerus fondasi tatanan internasional yang dibangun atas dasar hukum, keadilan, dan martabat manusia.

Ketua Umum LPOI, Said Aqil Siroj, menegaskan bahwa amanat konstitusi Indonesia jelas menyatakan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

“Amanat tersebut bukan sekadar prinsip domestik, tetapi mandat internasional yang menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam memperjuangkan keadilan global,” ujarnya.

Baca juga : PSSI Panggil 3 Pemain Persib ke Pelatnas Timnas U20 Indonesia

Menurutnya, sebagai negara dengan politik luar negeri bebas dan aktif, Indonesia memiliki legitimasi historis dan kredibilitas moral untuk berperan sebagai jembatan dialog di tengah polarisasi dunia.

“Indonesia tidak hanya berkewajiban menjadi pengamat, tetapi juga pelaku aktif dalam menciptakan solusi yang adil dan berimbang. Perdamaian abadi bukan sekadar absennya perang, melainkan hadirnya keadilan,” tegasnya.

LPOI secara resmi menyerukan kepada komunitas global untuk menghentikan perang, mengakhiri penjajahan, serta menolak kolonialisme dalam segala bentuknya—baik militer, ekonomi, maupun struktural.

Dalam pernyataannya, LPOI juga menyampaikan dukungan terhadap inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam mengambil langkah konkret dan strategis di bidang diplomasi internasional yang berorientasi pada perdamaian berkeadilan.

Adsense

LPOI menegaskan sejumlah poin sikap, antara lain: Indonesia harus memimpin diplomasi perdamaian yang proaktif dan berani dengan menginisiasi dialog tingkat tinggi, mendorong gencatan senjata permanen, memperjuangkan koridor kemanusiaan, serta menjadi mediator kredibel dalam penyelesaian konflik internasional.

Baca juga : Konflik Iran Memanas, Maskapai Internasional Rute Timur Tengah Dialihkan

Indonesia harus menolak tunduk pada tekanan atau dominasi kekuatan mana pun dengan menegaskan politik luar negeri bebas dan aktif tanpa intervensi serta tanpa keberpihakan pada blok yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.

LPOI juga meminta menegakkan supremasi hukum internasional tanpa standar ganda dengan mendorong akuntabilitas atas pelanggaran hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional.

Kemudian, memperkuat keamanan nasional secara terintegrasi melalui penguatan pertahanan, ketahanan ekonomi, keamanan siber, serta diplomasi pertahanan yang strategis dan terukur.

Lalu, mengonsolidasikan solidaritas Global Selatan dengan memperkuat kolaborasi antarnegara berkembang guna menciptakan arsitektur global yang lebih demokratis, inklusif, dan setara.

LPOI menilai perdamaian dunia tidak dapat dipisahkan dari ketahanan nasional. Stabilitas politik, kemandirian ekonomi, ketahanan pangan dan energi, serta persatuan nasional menjadi fondasi utama bagi kepemimpinan global yang efektif.

Baca juga : Mendag Dukung Sinergi Koperasi Dan Ritel Modern

“Kepemimpinan yang berani dibutuhkan saat ini—kepemimpinan yang mampu berkata tidak terhadap tekanan yang merugikan kepentingan nasional dan menempatkan kemanusiaan di atas dominasi,” ujar Said Aqil.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa—akademisi, tokoh agama, masyarakat sipil, dunia usaha, generasi muda, dan diaspora—untuk memperkuat persatuan nasional dalam mendukung diplomasi Indonesia yang tegas, independen, dan bermartabat.

“Persatuan rakyat adalah jantung bangsa, dan kepercayaan pada pemimpin adalah napasnya. Ketika keduanya berpadu, tidak ada rintangan yang mampu mematahkan tekad kita,” pungkasnya.

LPOI menegaskan dukungannya bukan sekadar simbol, melainkan komitmen moral dan konstitusional demi Indonesia yang aman, maju, berdaulat, adil, dan bermartabat di tengah dinamika global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense