Dark/Light Mode

Rapat Perdana Badan Perdamaian, Trump Puji Prabowo Tangguh & Tegas

Sabtu, 21 Februari 2026 08:57 WIB
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan bilateral di Washington DC, Kamis (19/2/2026). (Foto: Setpres)
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan bilateral di Washington DC, Kamis (19/2/2026). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menghadiri rapat perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), di United States Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). Dalam forum tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan pujian setinggi langit kepada Prabowo.

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Kepala Negara hadir didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Rapat ini menjadi pertemuan perdana negara-negara anggota BoP. Trump selaku tuan rumah sekaligus inisiator forum secara resmi membuka rangkaian sidang. Sejumlah pemimpin dan perwakilan negara yang hadir antara lain dari Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Kazakhstan, Hungaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, dan Mesir. Delegasi dari Belarusia, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, dan Israel.

Acara diawali dengan sesi foto bersama para kepala negara. Prabowo berdiri di sisi kanan, berdampingan dengan Presiden Argentina Javier Milei, sementara Trump berada di posisi tengah. Sebelum sesi foto, Trump sempat berjabat tangan dan berbincang singkat dengan sejumlah pemimpin negara, termasuk Prabowo.

Setelah itu, para pemimpin memasuki ruang sidang utama. Dalam susunan tempat duduk, Prabowo berada di antara perwakilan Uni Emirat Arab dan Kazakhstan. Prabowo terlihat berbincang singkat dengan delegasi Kazakhstan sebelum sidang dimulai.

Dalam agenda utama, para pemimpin negara menyampaikan pandangan masing-masing terkait upaya mendorong stabilitas dan perdamaian di Palestina.

Trump Lempar Pujian

Mengawali pidatonya, Trump melontarkan pujian kepada Prabowo. Ia menyebut, Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai pemimpin yang tangguh dan cerdas.

Baca juga : Trump-Prabowo Sepakati Tarif Dagang: Ada Yang 19%, Ada Yang 0%

“Dia adalah pria yang sangat saya sukai. Ia sangat tangguh. Saya tidak ingin berhadapan dengannya,” kata Trump, di hadapan peserta sidang.

Ia lalu menceritakan percakapannya dengan Prabowo mengenai besarnya populasi Indonesia. Saat itu, Trump mengaku terkejut mengetahui jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar.

“Saya pernah bertanya berapa banyak orang di Indonesia? Dia bilang, 240 juta. Saya bilang, tidak mungkin! Coba katakan lagi, berapa banyak,” ujar Trump.

Menurut Trump, memimpin negara dengan populasi besar bukan hal mudah. Namun, ia yakin Prabowo mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

“Itu adalah negara besar yang Anda pimpin. Anda menjalankan tugas dengan baik dan dihormati oleh semua orang. Terima kasih banyak telah berada di sini. Terima kasih banyak, Pak Presiden,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menjelaskan alasan Indonesia bergabung dalam BoP. Ia menegaskan, Indonesia konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan siap berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian.

“Kami akan mewujudkan impian perdamaian di Palestina, solusi yang berkelanjutan bagi Palestina dan di Gaza,” tegas Prabowo.

Baca juga : Tembus Rp 140 Ribu Per Kg, Harga Cabe Masih Pedas

Prabowo mengatakan, sejak awal Indonesia telah mempelajari 20 poin rencana perdamaian yang digagas Trump. Hasilnya, Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.

“Itulah sebabnya kami bergabung dengan Board of Peace,” ujarnya.

Prabowo memastikan, Indonesia siap berkontribusi secara konkret, termasuk mengirim hingga 8.000 pasukan untuk berpartisipasi dalam misi stabilisasi internasional guna memastikan keberlanjutan gencatan senjata di Gaza.

“Kami siap mengerahkan pasukan tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam International Stabilization Force guna memastikan perdamaian ini berhasil,” tegasnya.

Meski menyadari berbagai tantangan, Prabowo tetap optimistis perdamaian dapat diwujudkan melalui kerja sama internasional yang kuat. “Kami berkomitmen terhadap keberhasilannya. Kami memahami akan ada banyak hambatan dan kesulitan, tetapi kami sangat optimistis,” katanya.

Dorong Solusi Dua Negara

Usai sidang BoP, Prabowo kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong perdamaian jangka panjang bagi rakyat Palestina. Ia menyebut, jalannya pertemuan berlangsung baik dan menunjukkan sejumlah kemajuan.

“Alhamdulillah tadi berjalan dengan baik, lancar. Kita lihat kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai,” ujarnya.

Baca juga : Perang AS Vs Iran Diputuskan 10 Hari Lagi

Prabowo juga melihat, situasi kemanusiaan di Palestina menunjukkan perkembangan positif. Aliran bantuan kemanusiaan semakin lancar dan meningkat.

“Jadi makan cukup, kebutuhan-kebutuhan lain mengalir deras. Kemudian kita lihat rencana-rencana ke depan nampaknya sangat serius,” katanya.

Indonesia bersama negara-negara Muslim yang hadir di BoP, lanjut Prabowo, berkomitmen penuh mendorong perdamaian berkelanjutan. Ia menegaskan solusi dua negara (two-state solution) merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian permanen dalam konflik Israel-Palestina.

“Ya bagi kita, the real the only long lasting solution is two-state solution,” tegasnya.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa jalan menuju penyelesaian menyeluruh masih menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, semua pihak diminta tetap waspada terhadap kelompok yang berpotensi menggagalkan proses perdamaian.

“Tentunya kita harus waspada kelompok-kelompok yang ingin selalu menggagalkan penyelesaian menyeluruh, ya pasti ada dari semua pihak,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.