BREAKING NEWS
 

Dibeberkan Dewan Kehormatan Partai Gerindra

Prabowo Simak Desakan MUI Soal Posisi RI Di BoP

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Rabu, 4 Maret 2026 06:40 WIB
Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani. (Foto: Instagram/ahmadmuzani2)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto menyimak seluruh pandangan masyarakat terkait situasi geopolitik terbaru, menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Hal itu disampaikan Ahmad Muzani dalam merespons desakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta Indonesia mundur dari Board of Peace (BoP), pasca serangan AS-Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). 

“Ya, saya kira Presiden sudah tahu soal desakan MUI agar Indonesia keluar dari BoP,” kata Muzani saat ditemui di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026). 

Ketua MPR ini menegaskan, Presiden Prabowo memperhatikan secara serius seluruh dinamika dan aspirasi publik terkait keanggotaan Indonesia di BoP. 

“Semua pandangan yang berkembang di masyarakat akibat situasi ini disimak dan diperhatikan dengan seksama oleh Presiden,” tuturnya. 

Baca juga : BRI Dukung Program Tawarkan Promo Ramadan Gentengisasi Via KUR

Muzani juga memastikan, Kepala Negara terus mencermati perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah. “Beliau akan terus mencermati keadaan di Timur Tengah, termasuk mendengarkan dan membaca berbagai pandangan yang berkembang di Tanah Air dari semua lapisan masyarakat,” imbuhnya. 

Sebelumnya, MUI secara resmi mendesak Pemerintah Republik Indonesia keluar dari BoP. Desakan itu disampaikan sebagai respons atas serangan Amerika dan Israel terhadap Iran. 

Dalam tausiah yang diterbitkan pada Ahad (1/3/2026), MUI menilai Amerika yang memainkan peran sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui BoP, menghadapi pertanyaan besar. Apakah strategi tersebut benar-benar diarahkan untuk mewujudkan perdamaian yang adil, atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina. 

Adsense

“Untuk itu, MUI mendesak Pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif dalam mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina,” demikian bunyi pernyataan dalam tausiah tersebut. 

Surat tausiah bernomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 itu ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan. 

Baca juga : Pram Siapkan Mitigasi Stok & Harga Pangan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme yang kuat terhadap tercapainya perdamaian di Gaza usai menandatangani Board of Peace (BoP) Charter yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di Davos, Swiss, Kamis (22/01/2026). 

Menurut Presiden, keterlibatan Indonesia dalam BoP merupakan momentum bersejarah, sekaligus peluang nyata untuk mendorong perdamaian, khususnya bagi rakyat Palestina. 

“Saya kira ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” ujar Presiden Prabowo. 

Presiden juga menyampaikan adanya perkembangan positif di wilayah Gaza. Dia menegaskan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam BoP sebagai wujud komitmen kemanusiaan dan perdamaian dunia. 

“Yang jelas penderitaan rakyat Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan kemanusiaan sudah masuk dengan deras. Saya sangat berharap dan Indonesia siap ikut serta,” tegasnya. 

Baca juga : All England 2026, Pulih Dari Jetlag, Alwi Siap Tempur

Terkait keanggotaan BoP, Presiden Prabowo menegaskan bahwa forum ini terbuka bagi negara-negara yang memiliki tujuan perdamaian dan kepedulian terhadap kemanusiaan. 

“Siapa pun yang ingin perdamaian, siapa pun yang ingin membantu rakyat Gaza dan rakyat Palestina,” kata Presiden. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense