Dark/Light Mode

Waspadai Dampak Perang AS-Israel Vs Iran

Pram Siapkan Mitigasi Stok & Harga Pangan

Rabu, 4 Maret 2026 06:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Instagram/dkijakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Instagram/dkijakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewaspadai perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, berpotensi berdampak terhadap stabilitas pasokan dan harga pangan serta barang di Ibu Kota. Untuk menjaganya, mantan Sekretaris Kabinet itu telah meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan menyiapkan langkah mitigasinya.

Pram berharap, konflik bersenjata, tidak berlangsung lama. Sebab, gangguan jalur distribusi internasional, khususnya di Selat Hormuz, bisa memicu efek domino terhadap biaya logistik global. 

“Sekitar 30 persen minyak dunia dibawa melewati selat ini, termasuk barang-barang yang lain,” ujar Pram, Senin (2/3/2026). 

Baca juga : All England 2026, Pulih Dari Jetlag, Alwi Siap Tempur

Pram menegaskan, Jakarta telah memiliki infrastruktur serta BUMD yang bergerak di sektor pangan. Dia meminta jajaran BUMD pangan mengadopsi pola pikir sadar krisis dan selalu bersiap menghadapi kemungkinan gangguan pasokan. “Dengan demikian, kalau ada kekurangan produk-produk tertentu, maka kita harus mengatasinya,” katanya. 

Sebagai contoh, Pemprov DKI sebelumnya mengimpor sekitar 2.000 ekor sapi dari Australia guna menjaga stabilitas harga daging menjelang Ramadan dan Idul Fitri. 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menyatakan, ketersediaan bahan pokok aman dan mencukupi selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M. 

Baca juga : Brighton Vs Arsenal, Momok Malam Hari

“Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup, dengan cadangan yang memadai di tengah memanasnya konflik AS-Israel Vs Iran,” ujar Ratu. 

Dia menjelaskan, Pemprov DKI telah melakukan proyeksi kebutuhan secara rinci untuk periode Ramadan hingga Idul Fitri. Pada Ramadan, kebutuhan sejumlah komoditas memang meningkat, seperti telur ayam yang naik sekitar 7,5 persen, daging sapi/kerbau, serta bawang putih yang meningkat sekitar 3,5 persen. 

Daging ayam dan daging sapi juga memiliki cadangan berlipat dari kebutuhan bulanan. Begitu pula gula pasir dan minyak goreng yang stoknya mencapai puluhan ribu ton dan dinyatakan mencukupi. 

Baca juga : Kerahkan Kekuatan Penuh, Trump: Perang Lawan Iran Bisa 4 Minggu

Memasuki periode menjelang Idul Fitri pada Maret ini, lonjakan konsumsi diproyeksikan lebih tinggi. Kenaikan terbesar terjadi pada telur ayam yang meningkat lebih dari 17 persen, disusul daging ayam dan bawang merah yang naik di atas 10 persen. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.