BREAKING NEWS
 

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Gerindra Apresiasi Pemerintah

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Rabu, 11 Maret 2026 06:40 WIB
Politikus Partai Gerindra, Muhammad Rahul. (Foto: Instagram/officialmuhammadrahul)

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah dinamika geopolitik global dinilai patut diapresiasi. Penguatan sektor pangan membutuhkan sinergi lintas sektor agar kedaulatan pangan Indonesia semakin kokoh.

“Ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kedaulatan bangsa,” ujar politikus Partai Gerindra, Muhammad Rahul di Jakarta, Selasa (10/3/2026). 

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Riau itu mencontohkan upaya nyata penguatan pangan melalui kegiatan penanaman jagung serentak di Desa Sialang Indah, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (7/3/2026). 

Baca juga : Perbankan Lebih Siap Hadapi Gejolak Global

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan diikuti jajaran kepolisian di berbagai daerah. Rahul menilai program ini efektif mendorong kedaulatan pangan di Tanah Air sekaligus menunjukkan kuatnya kolaborasi antara aparat negara, pemerintah daerah, dan petani. 

“Program penanaman jagung ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara Polri, Pemerintah daerah, dan kelompok tani mampu menghadirkan solusi konkret dalam meningkatkan produksi pangan nasional. Ini juga menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan lahan-lahan produktif di daerah,” katanya. 

Rahul menjelaskan, secara teknis penanaman jagung di Riau menggunakan metode tumpang sari pada lahan perkebunan sawit seluas 40 hektare yang sedang memasuki masa peremajaan atau replanting. Metode ini dinilai efektif menjaga produktivitas lahan sekaligus meningkatkan produksi komoditas pangan. 

Baca juga : Industri TPT Siap Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Ketua DPD Partai Gerindra Riau itu menilai pendekatan tumpang sari memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayahnya, mengingat luasnya areal perkebunan sawit yang secara berkala menjalani proses replanting. 

“Riau memiliki potensi lahan yang sangat besar. Dengan inovasi seperti tumpang sari antara jagung dan sawit, kita dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani,” jelasnya. 

Rahul mengungkapkan, potensi lahan tumpang sari sawit di Riau diperkirakan mencapai 2.000 hektare pada 2026. Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional. 

Adsense

Baca juga : Audit Total Operasional TPST Di Bantargebang

Data menunjukkan produksi jagung pada 2025 mencapai 294,43 ton, meningkat sekitar 385 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, luas lahan tanam jagung di Provinsi Riau juga meningkat hingga 300 persen sejak 2024. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense