RM.id Rakyat Merdeka - Jasa Raharja mencatat penurunan jumlah kecelakaan dan fatalitas korban selama periode arus mudik dan balik Idul Fitri 2026. Capaian ini tidak terlepas dari efektivitas penerapan sistem one way dan pengaturan distribusi kendaraan di sejumlah titik strategis.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan pihaknya tidak jumawa menyikapi penurunan korban kecelakaan mudik. Ia menegaskan pihaknya tetap memberikan atensi khusus pada kendaraan roda dua dan kecelakaan yang terjadi di jalan non-tol.
“Kami mencermati bahwa peristiwa kecelakaan masih didominasi oleh kendaraan roda dua yang terjadi di jalur non-tol. Oleh karena itu, pengaturan distribusi lalu lintas dan kendaraan menjadi sangat penting agar arus balik dapat lebih terkendali dan risiko kecelakaan dapat ditekan,” kata Awaluddin dalam acara Pembukaan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas One Way Tahap II di Kantor Korlantas Polri KM 29, Jumat (27/3/2026).
Baca juga : Jasa Raharja Hadiri Pembukaan One Way Nasional Arus Balik Di Tol Kalikangkung
Awaluddin menambahkan Jasa Raharja juga memastikan penyaluran santunan kepada korban berjalan cepat dan tepat. Hal ini sesuai dengan komitmen perusahaan sebagai penyelenggara asuransi kecelakaan lalu lintas.
“Hingga saat ini, kami telah menyalurkan santunan kepada korban meninggal dunia maupun ahli waris dengan total nilai mencapai Rp 11,9 miliar. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta memastikan hak korban terpenuhi secara optimal,” ujarnya.
Sebagai bagian dari BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Raharja terus memperkuat perannya dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat. Berbagai langkah strategis dilakukan untuk memastikan kehadiran negara dirasakan dalam setiap layanan. Terutama pada momentum dengan mobilitas tinggi seperti Idul Fitri.
Baca juga : Jasa Marga Dukung Buka Tutup Rest Area Hadapi Puncak Arus Balik
Di kesempatan sama, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho mengaku terjadi penurunan jumlah kecelakaan maupun angka fatalitas selama Operasi Ketupat 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Berdasarkan hasil pengecekan peristiwa kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat, terjadi penurunan fatalitas korban kecelakaan hingga 30,4 persen. Selain itu, jumlah peristiwa kecelakaan juga mengalami penurunan sebesar 5,3 persen,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, penerapan manajemen lalu lintas seperti sistem one way, contra flow dan pengaturan distribusi kendaraan di jalur tol dan non-tol menjadi strategi utama dalam mengurai kepadatan kendaraan. Langkah tersebut membuat perjalanan masyarakat selama mudik maupun arus balik menjadi lebih aman dan nyaman.
Baca juga : Kemenhub Minta Operator Utamakan Keselamatan Arus Balik
Selain rekayasa lalu lintas, keberhasilan tersebut juga didukung kehadiran petugas di lapangan, termasuk personel Jasa Raharja yang aktif melakukan pemantauan serta penanganan kecelakaan lalu lintas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.