BREAKING NEWS
 

147,5 Juta Orang Mudik Di Tahun 2026, Angka Kematian Turun 31 Persen

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Senin, 30 Maret 2026 17:51 WIB
Petugas melakukan pemantauan arus Mudik melalui layar CCTV di Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026, Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (20/3/2026). Posko ini menjadi pusat koordinasi lintas instansi untuk memastikan kelancaran dan keamanan angkutan Lebaran 2026. Foto: Dwi Pambudo/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan bahwa pergerakan pemudik pada musim libur Lebaran tahun 2026 menyentuh angka 147,55 juta orang, yang diiringi dengan penurunan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas hingga 31,19 persen. 

Hal ini dipaparkan saat secara resmi menutup Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Jakarta pada Senin (30/03/2026). Menurutnya, kesuksesan ini adalah hasil nyata dari sinergi lintas instansi. 

"Penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini merupakan kerja besar bersama, yang melibatkan koordinasi lintas sektor secara intensif," kata Menhub Dudy. 

Baca juga : Tak Semua Bisa Menggugat, Sengketa Kepartaian Harus Penuhi Legal Standing

Ia meminta seluruh jajarannya untuk tidak lekas berpuas diri, melainkan menjadikan data operasional tahun ini sebagai pijakan. "Capaian ini patut kita syukuri, namun juga harus kita jadikan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan," tambahnya. 

Lebih lanjut, ia berjanji akan terus memperketat pengawasan teknis angkutan umum demi melindungi masyarakat luas dengan menegaskan bahwa tidak boleh ada kompromi dalam aspek kelaikan sarana, kesiapan prasarana, maupun kepatuhan terhadap standar operasional. 

Adsense

Berdasarkan pantauan data pergerakan seluler atau Mobile Positioning Data (MPD) selama 17 hari masa operasional sejak 13 hingga 29 Maret 2026, total mobilitas sebanyak 147,55 juta orang tersebut sejatinya mengalami peningkatan 2,53 persen dari prediksi survei awal. 

Baca juga : Periode Angkutan Lebaran 2026 Meningkat, Penumpang Whoosh Naik 11 Persen

Meski demikian, volume pergerakan masyarakat ini tercatat menyusut 4,57 persen jika dibandingkan dengan realisasi mudik pada masa Lebaran tahun 2025 yang menembus 154,62 juta orang. Menariknya, walaupun mobilitas perorangan secara keseluruhan menurun, antusiasme masyarakat dalam menggunakan fasilitas publik justru melonjak tajam, terbukti dari total penumpang angkutan umum yang naik 10,87 persen menjadi 23,54 juta orang.

Kereta api keluar sebagai moda transportasi primadona pada musim libur Lebaran tahun ini dengan mengangkut 7,31 juta penumpang, disusul ketat oleh angkutan penyeberangan yang sukses melayani 5,52 juta orang. Moda angkutan udara menempati posisi ketiga dengan 4,77 juta penumpang, diikuti oleh angkutan jalan darat sebanyak 3,89 juta orang, serta angkutan laut yang membawa 2,02 juta pemudik. 

Tingginya pergerakan moda transportasi umum ini juga berjalan beriringan dengan bertambahnya volume kendaraan pribadi yang meninggalkan wilayah Jabodetabek, yang tercatat naik 4,00 persen menjadi 2,96 juta kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga : Kapolri Kawal Mudik Lebaran 2026, Fatalitas Lakalantas Turun 30,41 Persen

Di tengah masifnya pergerakan manusia lintas wilayah tersebut, kabar paling menggembirakan datang dari aspek keselamatan berlalu lintas di mana pemerintah sukses menekan tingkat fatalitas secara tajam. 

Mengacu pada data sistem manajemen keselamatan jalan terpadu dari Korlantas Polri, total insiden kecelakaan di jalan raya selama periode posko Lebaran 2026 tercatat sebanyak 3.517 kejadian, atau turun 6,31 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 3.754 kasus. 

Penurunan tingkat kecelakaan ini berdampak langsung pada menyusutnya jumlah korban meninggal dunia menjadi 300 jiwa dari sebelumnya 436 jiwa, serta memangkas angka korban luka berat sebesar 13,80 persen menjadi 637 orang dari rekor 739 orang pada Lebaran tahun sebelumnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense