Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BPK Hormati Proses Hukum KPK, Pegawai Terlibat Akan Disidang Etik
- Kejagung Ungkap Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Terima Suap Rp 4,3 Miliar
- Pramono Sediakan Ruang Nobar Piala Dunia, Asal Jangan Ganggu Jam Kerja
- KPK Sita Rp 200 Juta dan Mobil SUV dari Kasus Suap Audit BPK
- Nama Disebut di Sidang Bea Cukai, Ini Klarifikasi Raffi Ahmad
Lestari Moerdijat: Mudik Lebaran 2026 Momentum Perkuat Persatuan dan Toleransi
Selasa, 17 Maret 2026 22:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, tradisi mudik Lebaran harus mampu dimanfaatkan untuk melestarikan nilai-nilai persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.
"Mudik bukan sekadar pulang kampung. Ini adalah momentum strategis untuk memupuk persatuan dan toleransi, terutama ketika para perantau bertemu kembali dengan keberagaman di daerah asal," ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3/2026).
Pemerintah memprediksi pergerakan pemudik tahun ini mencapai 155 juta orang. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan 21,97 juta pergerakan pemudik dalam sehari. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, 76,24 juta orang akan menggunakan mobil pribadi, dengan 50,63 juta di antaranya melintasi jalan tol.
Baca juga : Sambut Mudik Lebaran 2026, Posko Kesehatan PLBN Skouw Resmi Beroperasi
Sementara itu di sejumlah titik, kendaraan roda dua masih mendominasi. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tercatat 129.194 sepeda motor masuk wilayah tersebut pada awal arus mudik pada Sabtu (14/3/2026).
Program Mudik Gratis yang diinisiasi sejumlah pihak, baik swasta maupun pemerintah, menurut Lestari, merefleksikan nilai-nilai toleransi dan kekeluargaan antarsesama anak bangsa.
Rerie, sapaan akrab Lestari mengingatkan bahwa para pemudik dapat menjadikan perjalanan ke kampung halaman sebagai sarana memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Baca juga : Lestari Moerdijat Dorong Keterampilan Guru Wujudkan Pendidikan Berkualitas
"Di jalan raya, kita bertemu dengan sesama pemudik dari berbagai latar belakang. Di kampung halaman, kita kembali menyatu dengan akar budaya. Toleransi dan persatuan harus dipraktikkan, bukan sekadar wacana," ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu.
Di tengah tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini, tambah Rerie, semangat kebersamaan dan toleransi sangat dibutuhkan untuk memperkuat ikatan sosial setiap anak bangsa. Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu sangat berharap generasi penerus dapat secara konsisten mengamalkan dan melestarikan nilai-nilai kebangsaan yang kita miliki.
"Nilai-nilai kebangsaan harus mampu dimanfaatkan sebagai landasan bertindak untuk menjawab berbagai tantangan dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik di masa depan," ujar Rerie.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya