RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan penurunan signifikan kasus campak di Indonesia hingga 93 persen sejak awal tahun 2026.
Sekretaris Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andri Saguni menyebut, penurunan tersebut merupakan hasil dari penguatan sistem surveilans dan penanganan kasus di lapangan.
Baca juga : Pemerintah Pastikan Ekonomi RI Tetap Kuat Di Tengah Gejolak Global
“Pada minggu pertama 2026, jumlah kasus mencapai 2.220. Sementara pada minggu ke-12 epidemiologi turun menjadi 146 kasus. Jika dibandingkan, terjadi penurunan sekitar 93 persen,” ujar Andri dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, tren penurunan terlihat konsisten dari minggu ke minggu. Pada minggu ke-11, jumlah kasus tercatat 368, sebelum akhirnya kembali turun signifikan pada minggu berikutnya.
Baca juga : Penerimaan Pajak Tembus Rp 245 T, Tumbuh 30,4 Persen Awal 2026
Kemenkes memberikan perhatian khusus terhadap 14 provinsi yang sebelumnya mencatat angka kasus tinggi sepanjang 2025 hingga awal 2026, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Jambi.
Selain itu, pengawasan juga difokuskan pada 10 kabupaten/kota dengan kontribusi kasus tertinggi. Meski tren penurunan terus terjadi, pemerintah menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan guna mencegah potensi lonjakan kembali.
Baca juga : Kemenkop: Kampus Akan Menjadi Rumah Baru Bagi Gerakan Koperasi
“Walaupun menunjukkan tren menurun, kami tetap waspada dan terus melakukan pemantauan,” kata Andri.
Kemenkes mengimbau pemerintah daerah dan fasilitas layanan kesehatan untuk terus memperkuat deteksi dini, pelaporan kasus, serta upaya pencegahan guna menjaga tren positif penurunan kasus campak di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.