BREAKING NEWS
 

Soal Peran RI Di BoP, KH. Zaitun Rasmin: Jangan Tutup Peluang Kebaikan

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Jumat, 3 April 2026 15:56 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah KH. Dr. Muhammad Zaitun Rasmin. Foto: MUI

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah KH. Dr. Muhammad Zaitun Rasmin menyoroti perubahan sikap Amerika Serikat (AS) yang disebutnya mulai berpisah dengan sekutu-sekutu baratnya yang selama ini menjadi pendukung utama Israel.

Dalam pernyataannya, KH. Zaitun Rasmin menilai bahwa dinamika tersebut setidaknya bisa dianggap sebagai sebuah peluang. Ia mengingatkan bahwa umat Islam tidak boleh menutup peluang kebaikan, meskipun tetap harus waspada.

"Baru pertama kalinya Amerika ini berpisah dengan sekutu-sekutunya di Barat yang selama ini selalu menjadi pendukung utama dari Zionis Israel. Maka paling tidak ini dianggap sebagai peluang," ujarnya dalam videonya dilihat Jumat (3/4/2026).

Baca juga : Pramono Larang Penggunaan Mobil Dinas Saat Pelaksanaan WFH

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, umat tetap selalu waspada namun tidak boleh menutup peluang kebaikan. Sebab, sekalipun dari iblis, terkadang ada kebaikan. Menurutnya, konsep Islam mengajarkan bahwa setiap kebaikan patut didukung, apalagi jika menyangkut perdamaian.

"Kita tidak sekedar ikut. Konsep Islam ini bahwa setiap ada yang namanya kebaikan patut untuk kita dukung. Apalagi kalau perdamaian. Walaupun kita menduga, kita kan enggak bisa memastikan, siapa yang bisa memastikan sekarang ini? Kan tidak ada, hanya Allah yang tahu," tegasnya.

Ia juga mengutip pesan tawakal kepada Allah, seraya menegaskan bahwa Islam adalah agama damai. Meski demikian, umat Islam tidak boleh lugu dan bodoh, tetapi harus realistis.

Baca juga : Trump Pidato Soal Perang Iran, Klaim Kemenangan Besar Di Tengah Tekanan Global

KH. Zaitun Rasmin juga menyoroti mengapa umumnya negara-negara Islam menerima dinamika tersebut, karena dinilai sebagai pilihan paling realistis. Yang terpenting, kata dia, tanyakan kepada saudara-saudara di Gaza.

"Sampai saat ini tidak ada reaksi keras dari Gaza menolak. Tidak ada. Saya berkomunikasi dengan mereka bahwa bagi mereka tidak terlalu penting hal-hal yang sifatnya bunga-bunga ini. Mereka menunggu apa substansinya nanti," ungkapnya.

Dia menambahkan, boleh jadi ada kepentingan dari pihak Amerika atau Donald Trump, tetapi itu bukan masalah jika pada akhirnya bisa menghentikan genosida, mengantarkan kemerdekaan Palestina, dan juga menyoroti peran PBB yang dinilainya belum berpihak. "Kira-kira apa yang telah dibuat PBB buat Palestina sampai saat ini?" pungkasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense