BREAKING NEWS
 

Sekolah Rakyat Bawa Harapan, Anak Difabel di Sukoharjo Kini Bisa Sekolah Gratis

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Minggu, 12 April 2026 11:31 WIB
Kuat (50), seorang difabel asal Desa Pandeyan, Kabupaten Sukoharjo. (Foto : bakom)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senyum tersimpul di wajah Kuat (50), seorang difabel asal Desa Pandeyan, Kabupaten Sukoharjo. Di tengah keterbatasan akibat lumpuh separuh tubuh sejak kecil karena polio, ia kini merasakan secercah harapan baru untuk masa depan anaknya.

Selama ini, Kuat bekerja serabutan membantu saudaranya memotong kain perca. Dengan kondisi ekonomi terbatas, ia mengandalkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun kini, beban pikirannya sebagai orang tua sedikit terangkat. Anak pertamanya yang duduk di kelas 3 SD diterima di Sekolah Rakyat (SR) Dasar 2 Surakarta, program pendidikan gratis yang digagas pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

"Saya senang. Anak saya bisa sekolah di Sekolah Rakyat, saya merasa terbantu," ujar Kuat, dikutip Minggu (12/4/2026).

Baca juga : Bangun Rusun Subsidi Rakyat, Ara Harap Ada Mochtar Riady Baru

Menurutnya, berbagai fasilitas pendidikan diberikan secara gratis. Mulai dari asrama, makan tiga kali sehari, makanan ringan, seragam, hingga laptop untuk menunjang proses belajar.

"Sekolahnya gratis, dapat makanan, pakaian, segala macam kebutuhan gratis," tuturnya.

Adsense

Fasilitas tersebut membuat anaknya bisa lebih fokus belajar tanpa terbebani persoalan biaya. Kuat pun berharap sang anak dapat meraih cita-cita yang lebih tinggi.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas hadirnya program tersebut.

Baca juga : 101 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Anak Miskin Ekstrem Bisa Sekolah Asrama Gratis

"Terima kasih Pak Prabowo, anak saya bisa sekolah di Sekolah Rakyat agar pintar dan tercapai cita-citanya," ucapnya.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan. Melalui pendamping PKH di setiap daerah, anak-anak dari keluarga kurang mampu dijangkau untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

Hingga Maret 2026, tercatat sudah ada 166 Sekolah Rakyat yang menjangkau 14.972 siswa, didukung 2.304 guru dan 4.760 tenaga kependidikan.

Pemerintah terus memperluas program ini. Sepanjang 2026, ditargetkan pembangunan 104 Sekolah Rakyat tambahan untuk menampung sekitar 15.000 siswa. Secara keseluruhan, ditargetkan 500 Sekolah Rakyat berdiri hingga 2029.

Baca juga : Sekolah Rakyat Tahap 2 Dikebut, Pemerintah Atasi Masalah Lahan & Jalan

Dengan langkah ini, pemerintah memastikan Sekolah Rakyat menjadi ruang harapan baru bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense