RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pemerintah tidak akan berhenti pada sebatas ucapan belasungkawa terkait kecelakaan maut KRL di Bekasi. Ia langsung mengeksekusi tiga instruksi strategis guna merombak tata kelola keselamatan perlintasan kereta api.
Keputusan tersebut diambil AHY usai menjenguk langsung para korban luka di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). Mayoritas korban yang kini terbaring di ruang perawatan intensif merupakan pekerja wanita yang tengah menumpangi gerbong khusus KRL usai rutinitas kerja.
Mendengar langsung kesaksian para korban yang diwarnai trauma mendalam, AHY menjamin seluruh pasien menerima penanganan medis paling maksimal. Meski begitu, ia menyadari langkah kuratif di rumah sakit belum menuntaskan akar persoalan di lapangan.
Baca juga : Sempat Tak Punya Ongkos, Ibu Ini Kembali Sekolahkan Anak Berkat Asrama Gratis
"Namun, empati saja tidak cukup. Insiden yang memakan korban jiwa ini adalah peringatan keras bagi kita semua," tegas AHY melalui keterangan resminya, Selasa malam.
Berbekal arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, AHY segera menetapkan tiga langkah taktis. Pertama, menggelar investigasi menyeluruh untuk membedah penyebab pasti insiden tersebut.
Kedua, melakukan audit ketat terhadap seluruh perlintasan sebidang. Ketiga, membangun solusi infrastruktur permanen seperti flyover atau underpass di titik-titik lintasan padat kendaraan.
Baca juga : Tinjau Stasiun Gubeng, Kapolri Instruksikan Beri Pelayanan Terbaik Bagi Pemudik
Sebelum bertolak ke bangsal perawatan, AHY terlebih dahulu memimpin rapat darurat di Stasiun Bekasi Timur. Di sana, ia menyoroti dan mengapresiasi manuver cepat tim gabungan dari Pemerintah Kota Bekasi, RSUD, PT KAI, Jasa Raharja, hingga BPJS Kesehatan. Pengerahan 163 unit ambulans secara masif pada malam kejadian dinilai sukses menekan angka fatalitas di masa-masa kritis.
Bagi pemerintah pusat, tragedi berdarah ini menjadi lampu kuning bagi standar keselamatan transportasi publik, khususnya di kawasan aglomerasi padat penduduk yang bersinggungan langsung dengan jalur kereta baja.
"Keselamatan transportasi adalah soal melindungi hak hidup setiap warga negara. Kita tidak ingin insiden serupa terulang kembali," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.