RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengambil alih pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) X Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Bekasi. Selain memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan dan terhindar dari potensi sengketa, forum tersebut akan menjadi momentum untuk mengajak seluruh kader Partai Ka’bah kembali bersatu.
Ketua DPW PPP Jabar Uu Ruzhanul Ulum menjelaskan, pengambilalihan pelaksanaan Muscab X DPC Kabupaten Bekasi oleh DPW PPP Jabar disebabkan adanya sejumlah persyaratan administratif yang belum terpenuhi. Penyempurnaan itu penting dilakukan agar keputusan Muscab tidak cacat hu kum atau mengandung unsur maladministrasi.
“Ada persyaratan-persyaratan yang belum sempurna, bukan berarti tidak ada persyaratan yang dipenuhi. Selaku pengurus wilayah, kami akan menyempurnakan persyaratan-persyaratan itu agar keputusan yang dihasilkan tak disebut cacat hukum atau maladministrasi,” ujar Uu, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Dalam proses Muscab, urai dia, pembentukan tim formatur menjadi salah satu poin krusial yang perlu dipastikan kelengkapannya. Menurutnya, tim tersebut terdiri dari empat perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC), atau pengurus tingkat kecamatan, satu unsur Pimpinan Harian (PH) DPC, serta satu dari DPW.
“Persyaratan untuk pembentukan formatur harus benar-benar sempurna. Setiap unsur memiliki kewenangan masing-masing dalam menentukan perwakilan, khususnya dari PAC yang dipilih oleh internal mereka sendiri,” terangnya.
Baca juga : NasDem Tolak Ide Bentuk Pengawas Kaderisasi Parpol
Soal kelanjutan Muscab, mantan Wakil Gubernur (Wagub) Jabar itu memastikan, agenda akan diteruskan di Kantor DPW PPP Jabar di Bandung, Rabu (29/4/2026), pukul 13.00 WIB. Menurut dia, Muscab telah memasuki tahap sidang ke-6 sehingga seluruh persyaratan harus diverifikasi secara ketat, termasuk keabsahan peserta yang memiliki hak pilih.
“Semua PAC punya hak dipilih dan hak memilih. Yang tidak punya hak pilih, tidak boleh masuk. Jadi tidak ada peserta yang ilegal di dalam ruangan,” tegasnya.
Uu menambahkan, penguatan struktur organisasi menjadi faktor utama dalam mendorong keberhasilan partai menjalankan misi dan programnya. Menurutnya, ada tiga unsur penting agar organisasi dapat berjalan optimal, yakni suprastruktur, infrastruktur, dan struktur.
“Suprastruktur mencakup aturan seperti Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ ART), sementara infrastruktur berupa keberadaan kantor partai di berbagai daerah. Yang harus kita perkuat sekarang adalah struktur. Struktur yang kuat akan menentukan capaian tujuan Partai Persatuan Pembangunan,” tuturnya.
Uu juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga soliditas pasca pelaksanaan Muscab. Dia meminta, seluruh perbedaan atau persaingan di arena Muscab diakhiri setelah keputusan ditetapkan.
Baca juga : Garuda Pede Kinerja 2026 Makin Moncer
“Kalau ada persaingan sebelum Muscab, itu wajar. Tapi, setelah selesai, setelah ada keputusan, hentikan, jangan gaduh. Yang terpenting adalah kebersamaan,” pesannya.
Di tempat yang sama, Ketua Steering Committee (SC) Muscab DPC PPP Kabupaten Bekasi Himawan Abror menyampaikan, pelaksanaan Muscab merupakan agenda wajib organisasi sekaligus bentuk legitimasi dalam menjalankan roda kepartaian.
“Muscab adalah amanah organisasi sesuai instruksi DPP. Ini menjadi ruang konsolidasi dan mempersatukan kader, sekaligus membangkitkan kembali semangat baru agar kondisi partai, khususnya PPP di Kabupaten Bekasi, semakin kondusif,” katanya.
Dalam Muscab kali ini, lanjut dia, DPC PPP Kabupaten Bekasi tak langsung memilih ketua baru. Mekanisme yang digunakan adalah pemilihan formatur, yang nantinya akan menentukan struktur kepengurusan berikutnya.
“Muscab tidak memilih ketua secara langsung, tapi memilih formatur. Nantinya, formatur inilah yang akan membahas dan menetapkan ketua serta jajaran pengurus DPC ke depan,” jelasnya.
Baca juga : KEK Jadi Amunisi Kejar Target Ekonomi 8 Persen
Soal dinamika internal, Himawan menegaskan, Muscab membuka ruang bagi kader terbaik untuk berpartisipasi. Dia memastikan, pihaknya tak menutup kemungkinan munculnya nama-nama baru di luar kandidat yang selama ini beredar.
“Bisa saja nama yang tidak pernah disebut justru muncul dan dipilih oleh formatur. Semua kemungkinan terbuka,” cetusnya.
Himawan juga menanggapi adanya ketegangan jelang pelaksanaan Muscab. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh miskomunikasi internal dan telah diselesaikan. “Semua pihak tetap kami buka ruang untuk hadir dan berpartisipasi dalam Muscab,” tandasnya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.