BREAKING NEWS
 

Kasus Daycare Yogyakarta Jadi Alarm, TIDAR Desak Perbaikan Sistem

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Rabu, 29 April 2026 14:45 WIB
Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo. (Foto: IG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Yogyakarta, dinilai menjadi alarm keras bahwa sistem perlindungan anak di Indonesia belum berjalan secara utuh dan sistemik.

Peristiwa tersebut tidak dipandang sebagai kasus tunggal, melainkan mencerminkan lemahnya pengawasan, longgarnya standar operasional, serta belum terintegrasinya sistem perlindungan anak dalam layanan pengasuhan sehari-hari.

Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo mengatakan, kasus tersebut menjadi tamparan keras bagi negara dalam memastikan keamanan anak.

“Ini menjadi tamparan keras bagi negara. Kita harus meningkatkan kemampuan untuk melakukan pengawasan di level terbawah,” kata Rahayu Saraswati, Rabu (29/4/2026).

Baca juga : Soroti Kasus Daycare, LPKSM MHD Minta Pemkot Depok Perkuat Pengawasan

Ia mendorong Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memperkuat kolaborasi dengan kader PKK serta pekerja sosial hingga tingkat desa untuk mengawasi organisasi sosial di wilayah masing-masing, dengan tetap menjaga aspek keamanan dan privasi.

Sementara itu, Ketua Bidang Pengembangan Peranan Perempuan PP TIDAR Shalimar Anwar Sani menilai perlu langkah strategis dan menyeluruh dalam merespons kasus tersebut.

Adsense

Ia mendorong penegakan hukum yang tegas dan transparan tanpa kompromi, audit nasional terhadap seluruh lembaga daycare, reformasi regulasi lintas sektor, serta profesionalisasi tenaga pengasuh melalui sertifikasi dan peningkatan kapasitas berbasis perlindungan anak.

“Negara harus hadir melalui sistem yang kuat dan dapat dipercaya,” ujar Shalimar.

Baca juga : Pratikno Bakal Evaluasi Layanan Penitipan Anak

Menurut dia, kegagalan negara dalam memastikan keamanan anak, bahkan di ruang pengasuhan, berpotensi menimbulkan krisis kepercayaan publik.

“Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan dalam bentuk apa pun. Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga keberpihakan nyata negara terhadap masa depan generasi bangsa,” tegasnya.

Shalimar menambahkan, reformasi sistem daycare perlu dilakukan secara menyeluruh, terukur, dan berkelanjutan tanpa menunggu munculnya kasus serupa di kemudian hari.

“Kita tidak bisa menunggu kasus berikutnya untuk bertindak. Anak-anak Indonesia berhak tumbuh dalam rasa aman, bukan ketakutan,” katanya.

Baca juga : Tembok Kokoh Sassuolo, Jay Idzes Jadi Pemain Terbaik Serie A

TIDAR juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat budaya pelaporan, serta mengawal terciptanya ekosistem pengasuhan anak yang aman dan berintegritas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense