BREAKING NEWS
 

Muktamar NU Digelar Agustus, Menag & Gus Yahya Mulai Bersaing Ketat

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Minggu, 10 Mei 2026 08:28 WIB
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nahdlatul Ulama (NU) bersiap menggelar Muktamar ke-35 pada Agustus mendatang. Di balik persiapan muktamar, bursa calon Ketua Umum PBNU mulai ramai diperbincangkan. Selain petahana Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), nama Menteri Agama Nasaruddin Umar ikut mencuat dalam memperebutkan kursi NU-1.

Nahdlatul Ulama menjadwalkan gelaran Muktamar ke-35 pada 1-5 Agustus 2026. 

Sebelum itu, PBNU akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) pada Juni 2026. 

Munas dan Konbes merupakan forum pembahasan materi utama dalam sidang-sidang muktamar. Artinya, tata tertib dan mekanisme yang disepakati pada Munas dan Konbes akan dibawa ke arena muktamar.

Hingga kini, lokasi pelaksanaan muktamar masih dalam tahap pembahasan. Sejumlah daerah disebut telah mengajukan diri menjadi tuan rumah. Di antaranya Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, dan Jawa Timur. PBNU masih mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari aksesibilitas hingga kesiapan sarana dan prasarana lantaran waktu persiapan yang relatif singkat.

PBNU saat ini fokus mematangkan seluruh persiapan. Terutama persiapan peserta muktamar yang memiliki hak suara. Sedangkan untuk susunan kepanitiaan kabarnya telah rampung dan tinggal menunggu penerbitan surat keputusan resmi dari jajaran pimpinan PBNU.

Baca juga : Salat Idul Fitri Di KBRI Islamabad Digelar di Tengah Pengamanan Ketat

Di sisi lain, PBNU juga terus mempercepat penyelesaian surat keputusan kepengurusan wilayah dan cabang yang sebelumnya tertunda. Tujuannya agar seluruh peserta muktamar memiliki legalitas yang sesuai ketentuan organisasi.

Lantas siapa calon yang akan maju? Sekjen PBNU Saifullah Yusuf membocorkan sosok yang melenting menuju puncak NU-1. Kata Gus Ipul, biasa disapa, Menag Nasar dan Gus Yahya memiliki peluang besar maju kontestasi Ketum PBNU. Ia menilai keduanya memiliki rekam jejak dan pengalaman panjang di struktur NU.

"Salah satu yang berpotensi ya, kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya," kata Gus Ipul di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Selain Nasar dan Gus Yahya, Menteri Sosial itu juga menyinggung nama Said Aqil Siradj. Sebab, Komisaris Utama PT KAI itu juga pernah menduduki jabatan serupa seperti Nasar dan Gus Yahya.

Adsense

Menurutnya, NU memiliki banyak kader yang berpotensi memimpin organisasi sehingga tidak akan kekurangan figur untuk maju dalam kontestasi ketua umum. "Jadi semuanya sebenarnya punya potensi ya, tinggal berkenan apa nggak," ungkap Gus Ipul.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada tokoh yang secara resmi menyatakan diri maju sebagai calon bos NU. Gus Ipul berseloroh seluruh kader memiliki kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri dalam muktamar mendatang.

Baca juga : BGN Kerja Sama dengan Kejagung, Pengawasan MBG Kini Makin Ketat

"Nahdlatul Ulama ini besar, tidak akan kekurangan kader untuk menjadi ketua umum," cetus Ketua Panitia Muktamar ke-35 PBNU itu.

Ketika ditanya mengenai peluang dirinya ikut berkontestasi, Gus Ipul kembali memastikan tidak memiliki niat maju sebagai calon ketum. Ia merasa dirinya belum memenuhi syarat untuk memimpin PBNU.

"Persiapan kami semua menuju ke sana (muktamar). Semuanya persiapan menuju ke sana. Dan insya Allah nanti sesuai jadwal," tegas Menteri Sosial ini.

Terpisah, Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi menilai peta persaingan menuju kursi Ketum PBNU masih sangat dinamis. Menurutnya, hingga saat ini belum terlihat sosok yang benar-benar paling kuat untuk memimpin organisasi ke depan.

Gus Fahrur mengatakan peluang masih terbuka bagi banyak tokoh NU. Selain nama Menag Nasar dan petahana, ia menyebut sejumlah kiai lain juga memiliki peluang besar dalam kontestasi mendatang.

"Saya belum melihat siapa yang paling kuat, masih ada peluang untuk semua,” tandas Gus Fahrur kepada Rakyat Merdeka, Jumat (8/5/2026).

Baca juga : Waskita-PU Rampungkan Huntara Di Aceh Utara, Warga Mulai Menempati

Ia menilai dinamika pemilihan Ketum NU masih akan terus berkembang hingga menjelang muktamar digelar. Menurutnya, sejumlah nama memiliki basis dukungan yang cukup kuat di internal NU.

"Saya kira masih sangat dinamis, banyak calon kuat, ada KH Zulfa Musthofa, KH Abdul Hakim Tebuireng, KH Nasaruddin Umar dan lain-lain,” ujarnya.

Ia bahkan menilai kekuatan dua nama terakhir justru cukup signifikan di tingkat akar rumput organisasi. "Justru menurut saya yang lebih kuat KH Zulfa Musthofa dan KH Abdul Hakim. Keduanya punya kekuatan riil di cabang,” nilai Gus Fahrur. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense