Sebelumnya
Prabowo juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang masih melakukan penyimpangan agar segera menghentikan perbuatannya. “Kalau pun saudara mitra yang brengsek tapi tidak mau ngaku, saya beri kesempatan kembali lah ke jalan yang benar. Kembali ke jalan yang benar,” ancamnya.
Ia menegaskan negara tidak akan kalah oleh pihak-pihak yang mencoba bermain-main dengan uang rakyat. “Kalau saudara merasa saudara bisa lebih pintar dari NKRI, ya coba saja,” sambung Prabowo.
Untuk memperkuat pengawasan, Presiden meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Kejaksaan Agung meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara.
“Kepala BPKP apa yang kau butuh, kalau perlu tambahan personel, berapa saja kau butuh, saya penuhi. Ketua KPK, berapa saja yang kau perlu, lapor, saya penuhi. Jaksa Agung, berapa saja yang kau perlu, saya penuhi,” tegasnya.
Baca juga : Purbaya Pastikan APBN Aman
Prabowo kembali menegaskan komitmennya memberantas korupsi. “Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri,” tekan Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Terpisah, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengatakan Presiden menginginkan program MBG berjalan optimal, transparan, dan akuntabel.
“Presiden ingin uang rakyat harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” kata Dudung.
Menurutnya, Presiden tidak menginginkan adanya praktik korupsi maupun penyalahgunaan kewenangan dalam pelaksanaan program MBG. “Tidak ada terjadinya penyimpangan, tidak ada terjadinya menguntungkan kepentingan perseorangan, kelompok maupun golongan, tetapi betul-betul bapak Presiden menginginkan bahwa ini untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Baca juga : Terbukti Terima Suap Dan Gratifikasi Rp 3,4 M, Noel Divonis 4,5 Tahun Bui
Dudung menambahkan, KSP akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut di lapangan. “Ini yang akan kami kawal terus. Saya akan cek di lapangan dan apa yang saya temukan akan saya sampaikan ke wartawan. Saya tidak ada beban,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago berharap manajemen baru BGN mampu memperkuat pengawasan terhadap seluruh SPPG. “Sehingga tujuan utama program MBG dapat tercapai,” ujar politisi Partai NasDem tersebut.
Irma juga mengingatkan agar pelaksanaan MBG tetap fokus pada sasaran utama, yakni anak sekolah, balita, dan ibu hamil. “Tidak perlu melebar ke sasaran lain yang dapat mengurangi fokus pelaksanaan program,” katanya.
Diketahui, Kejaksaan Agung telah menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola program MBG tahun 2025-2026.
Baca juga : Kahfi Adlan Hafiz: Pembentukan Badan Khusus Ini Penting
Menurut Kejagung, dugaan korupsi bermula dari penunjukan sejumlah yayasan sebagai mitra SPPG yang didanai APBN. Program MBG sendiri memiliki anggaran Rp 85,27 triliun pada 2025 dan meningkat Rp 268 triliun pada 2026.
Penyidik menemukan sejumlah yayasan yang diduga tidak memenuhi syarat, tapi tetap lolos menjadi mitra karena adanya pengaturan dalam proses verifikasi. Sejumlah yayasan tersebut diduga digunakan sebagai sarana melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan program MBG.
Selain itu, Kejagung mencium adanya Mark up dalam sejumlah pengadaan yang dilakukan BGN. Di antaranya, 21.801 unit motor listrik senilai sekitar Rp 1 triliun, 32 ribu pasang sepatu, lebih dari 31 ribut unit tablet, serta 5.400 unit televisi berukuran 75 inci. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.