BREAKING NEWS
 

Cek Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Wapres Harap Pedagang Makin Sejahtera

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 10 Juli 2026 19:59 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau hasil revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (10/7/2026). Wapres mendorong pengelolaan pasar yang modern untuk memperkuat ekonomi rakyat tanpa meninggalkan nilai sejarah kawasan. Foto: BPMI Setwapres

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau hasil revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (10/7/2026). Wapres menegaskan revitalisasi pasar rakyat tidak hanya bertujuan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga bangunan cagar budaya sebagai identitas daerah.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pasar yang telah direvitalisasi mampu dikelola secara modern, menggerakkan perekonomian lokal, sekaligus mempertahankan nilai sejarah kawasan.

Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pasar rakyat dan UMKM, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah juga ingin memastikan pembangunan pasar tidak berhenti pada pembaruan fisik, tetapi diikuti tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Revitalisasi pasar dilaksanakan sejak 8 Oktober 2024 hingga 31 Desember 2025. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, menata aktivitas perdagangan, sekaligus mengembangkan kawasan heritage sebagai daya tarik wisata perkotaan.

Baca juga : Terima Aspirasi Hikmahbudhi, Wapres Dorong Peran Aktif Generasi Muda

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur I Gusti Agung Ariwibawa menjelaskan, bangunan pasar kini terdiri atas dua lantai dengan kapasitas sekitar 798 kios dan los.

"Bangunan pasar dikembangkan menjadi dua lantai dengan daya tampung kios dan los sekitar 798 unit," ujarnya saat memaparkan hasil revitalisasi kepada Wapres.

Ia mengatakan, revitalisasi tetap mempertahankan bagian bangunan lama yang diduga sebagai cagar budaya.

Adsense

"Bagian depan ada tulisan Pasar Banyuwangi. Ini adalah bangunan diduga cagar budaya sehingga kami pertahankan seperti semula," jelasnya.

Baca juga : Gus Falah Apresiasi Polri di HUT ke- 80 Bhayangkara, Makin Dekat dengan Rakyat

Selain itu, desain pasar juga mengadopsi arsitektur khas Banyuwangi melalui penggunaan ornamen batu kerukul sebagai ciri khas daerah.

Menanggapi paparan tersebut, Gibran mengapresiasi langkah Kementerian Pekerjaan Umum yang tidak hanya membangun infrastruktur pasar, tetapi juga menjaga nilai sejarah kawasan.

Menurut Wapres, pasar rakyat harus dikelola secara profesional tanpa menghilangkan karakter sebagai ruang ekonomi masyarakat.

Di sela kunjungan, Gibran juga berdialog dengan para pedagang yang dijadwalkan mulai menempati kios baru pada Agustus 2026.

Baca juga : Brazil vs Jepang, Samurai Biru Siap Jagal Tarian Samba

"Bulan depan pindah, ya Bapak dan Ibu. Semoga tambah ramai dan bermanfaat sebesar-besarnya," ujar Gibran.

Wapres berharap revitalisasi pasar diikuti peningkatan kualitas layanan, tata kelola, dan pemberdayaan pedagang agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Plt Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wakil Presiden Suwardi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense