BREAKING NEWS
 

Jaga Daya Beli Warga Jatim, Khofifah Gencarkan Pasar Murah Keliling

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 22 Juli 2026 10:10 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan pasar murah di Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Program ini digelar untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu menstabilkan harga kebutuhan pokok. Dok. Pemprov Jatim

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa terus mengintensifkan pelaksanaan pasar murah sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi. Program yang digelar secara berkelanjutan itu memungkinkan warga memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

"Kita terus keliling melakukan penjangkauan dan memaksimalkan penguatan daya beli masyarakat melalui pasar murah," kata Khofifah dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).

Terbaru, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah ke-84 di halaman Kantor Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov Jatim untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah kebutuhan masyarakat.

Baca juga : Zulhas Minta Pemda Perbanyak Pasar Murah

Dalam pasar murah itu, berbagai komoditas dijual dengan harga bersubsidi. Beras premium dipasarkan seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp20.000 per pak.

Selain itu, bawang putih dan bawang merah dijual masing-masing Rp6.000 per 250 gram, cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp32.000 per kilogram.

Adsense

Khofifah mengatakan selisih harga tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban belanja masyarakat. Di Pamekasan, misalnya, harga daging ayam di pasaran berkisar Rp39.000 hingga Rp40.000 per kilogram, sedangkan di pasar murah dijual Rp32.000 per kilogram.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA

Begitu pula dengan MinyaKita yang di pasaran dijual sekitar Rp16.000 per liter, namun di pasar murah hanya Rp13.000 per liter. Sementara gula pasir yang rata-rata dijual Rp17.500 per kilogram di pasar, dapat dibeli masyarakat seharga Rp14.000 per kilogram.

"Jadi pada dasarnya pasar murah sifatnya meluaskan penjangkauan kepada masyarakat," ujar Khofifah.

Menurutnya, pasar murah tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengendalian inflasi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai produk UMKM lokal dipasarkan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing.

Baca juga : Dharma Jaya Kebut Bazaar Hingga 816 Titik Siapkan Daging Murah di DKI

Khofifah menambahkan, setiap penyelenggaraan pasar murah juga dimanfaatkan untuk melakukan kurasi terhadap produk-produk UMKM. Produk yang dinilai memenuhi standar kualitas akan mendapatkan pendampingan lanjutan hingga berpeluang mengikuti misi dagang di tingkat nasional maupun internasional.

"Tampak sederhana, tapi ini adalah proses bagaimana kita saling melihat produk-produk UKM di setiap titik pasar murah sambil melakukan kurasi," katanya.

Melalui pelaksanaan pasar murah yang menjangkau berbagai daerah, Pemprov Jawa Timur berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sementara pelaku UMKM mendapat kesempatan lebih luas untuk mengembangkan usahanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense