BREAKING NEWS
 

Meneguhkan Kedaulatan Ekonomi Bangsa Melalui Pengusaha Nasional

Writer : Dwi Apriyan
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 9 Agustus 2026 20:51 WIB
Peluncuran Buku Sumitro dan Simposium Nasional (Foto: Dok. Penulis)

Di tengah lanskap ekonomi global yang semakin kompetitif, ukuran kemajuan suatu bangsa tidak lagi semata ditentukan oleh besarnya cadangan sumber daya alam atau tingginya arus investasi yang masuk. Kekuatan sebuah negara justru diukur dari kemampuannya melahirkan pelaku usaha nasional yang mampu menciptakan nilai tambah, menguasai teknologi, memperluas pasar, serta menjadi penggerak utama industrialisasi dan kesejahteraan masyarakat.

Kesadaran inilah yang menjadi salah satu benang merah dalam Peluncuran Buku Sumitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia dan Simposium Nasional Merumuskan Arsitektur Perekonomian Sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045 yang diselenggarakan Nusantara Centre di Auditorium Yusuf Ronodipuro, RRI Jakarta, Selasa (4/8/2026). 

Para panelis sesi diskusi peluncuran buku Sumitro Anti Penjajahan

Dalam forum tersebut, Komisaris Utama Ethos Group, Mukit Hendrayatno, menyampaikan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan paradigma baru yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada penguatan kapasitas nasional. Investasi tetap penting, namun harus menjadi instrumen untuk memperbesar kekuatan ekonomi bangsa, bukan sekadar meningkatkan angka-angka statistik.

Baca juga : Prof. Didin Damanhuri Tegaskan Urgensi Arsitektur Perekonomian Nasional

Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan bahwa investasi bukanlah tujuan akhir pembangunan. Investasi seharusnya menjadi sarana untuk membangun industri nasional, memperkuat rantai pasok domestik, mendorong transfer teknologi, meningkatkan produktivitas, dan melahirkan perusahaan-perusahaan Indonesia yang mampu berdiri sejajar dengan pelaku usaha global.

Bagi Mukit, keberadaan pengusaha nasional memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar pelaku ekonomi. Pengusaha adalah pencipta lapangan kerja, penggerak inovasi, pembangun industri, sekaligus mitra strategis negara dalam memperkuat kedaulatan ekonomi. Ketika perusahaan nasional tumbuh sehat dan kompetitif, maka ketahanan ekonomi bangsa juga akan semakin kokoh menghadapi berbagai gejolak global.

Dalam pandangannya, pengusaha Indonesia harus berani melampaui orientasi perdagangan jangka pendek menuju pembangunan kapasitas produksi yang berkelanjutan. Mereka perlu menjadi pelopor inovasi, memperkuat industri manufaktur, mengembangkan teknologi, serta membangun merek-merek nasional yang mampu bersaing di pasar internasional. Dengan demikian, dunia usaha tidak hanya menciptakan keuntungan ekonomi, tetapi juga membangun martabat bangsa melalui peningkatan daya saing nasional.

Baca juga : Dari Peluncuran Buku Sumitro, Mukit Hendrayatno Serukan Kedaulatan Ekonomi

Pandangan tersebut sejalan dengan semangat pemikiran Sumitro Djojohadikusumo yang menempatkan pembangunan ekonomi sebagai bagian dari perjuangan kebangsaan. Sumitro memandang bahwa kemerdekaan politik hanya akan memiliki makna apabila ditopang oleh kemandirian ekonomi, penguasaan industri, dan kemampuan bangsa mengelola sumber daya strategisnya sendiri.

Bagi Mukit Hendrayatno, Indonesia Emas 2045 bukan sekadar target pertumbuhan ekonomi, melainkan cita-cita menghadirkan bangsa yang mandiri dalam produksi, unggul dalam inovasi, dan percaya diri bersaing di panggung dunia. Untuk mencapainya, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar modal finansial; Indonesia membutuhkan modal sosial berupa kepercayaan, kolaborasi, nasionalisme ekonomi, dan keberanian membangun kekuatan usaha nasional.

Dalam perspektif itu, pengusaha nasional bukan sekadar pelaku pasar, melainkan bagian dari arsitektur pembangunan nasional. Mereka menjadi jembatan antara kebijakan negara, inovasi teknologi, dan kesejahteraan masyarakat. Semakin kuat dunia usaha nasional, semakin besar pula kemampuan Indonesia menentukan arah pembangunannya sendiri tanpa bergantung secara berlebihan pada kekuatan eksternal.

Baca juga : Peran Penting Pengusaha Nasional Untuk Membangun Kedaulatan Ekonomi Bangsa

Peluncuran buku Sumitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan dan Simposium Nasional ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus bertumpu pada sinergi antara negara, dunia usaha, ilmu pengetahuan, dan masyarakat. Investasi yang berkualitas, industrialisasi yang berkelanjutan, inovasi yang lahir dari anak bangsa, serta tumbuhnya pengusaha nasional yang kuat merupakan fondasi menuju Indonesia yang berdaulat secara ekonomi.

Acara peluncuran buku Sumitro dan simposium nasional urgensi perekonomian nasional

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense