BREAKING NEWS
 

Penanganan Pascagempa NTT

Listrik & Sinyal di Flores Sudah Pulih 100 Persen

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 26 Agustus 2026 08:19 WIB
Petugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik di wilayah terdampak gempa NTT. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penanganan pascagempa magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan hasil yang baik. Memasuki hari kedelapan, layanan dasar seperti listrik dan sinyal telekomunikasi sudah pulih 100 persen.

“Untuk layanan listrik, informasi dari PLN, secara umum untuk Pulau Flores sudah pulih 100 persen,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, dalam taklimat media, Senin (24/8/2026).

Meski demikian, pemulihan di seluruh wilayah terdampak belum sepenuhnya tuntas. Untuk Pulau Palue, kondisi kelistrikan baru mencapai 84,59 persen dan masih terus diperbaiki.

Selain listrik, Suharyanto mengatakan, akses komunikasi melalui Base Transceiver Station (BTS) dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui 56 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga telah kembali beroperasi penuh.

Akses transportasi darat juga sudah terbuka. Tidak ada lagi ruas jalan yang benar-benar terputus akibat longsor maupun jembatan rusak. “(Memang) tidak pulih seperti sebelum terjadi bencana, tetapi secara fungsional ini semuanya sudah bisa dilalui,” ujar Suharyanto.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menerangkan, petugas dikerahkan ke berbagai lokasi terdampak untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan jaringan. 

“Alhamdulillah, kita bisa menuntaskan pemulihan sistem kelistrikan di Flores. Sejak gempa terjadi, teman-teman PLN langsung bergerak, bekerja siang dan malam, mendatangi satu per satu lokasi yang terdampak,” ujar Darmawan, dalam keterangannya, dikutip Selasa (25/8/2026).

Baca juga : 5.800 Gempa Susulan Terjadi di Flores, BMKG Minta Warga Tenang

Menurutnya, pemulihan kelistrikan bukan pekerjaan mudah. Namun, semangat untuk mengembalikan aktivitas masyarakat menjadi pendorong bagi seluruh petugas di lapangan.

PLN mendapat dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, hingga masyarakat. Dukungan tersebut antara lain berupa pembukaan akses menuju lokasi terdampak dan informasi mengenai kondisi jaringan di lapangan.

Ia menilai, kolaborasi berbagai pihak menjadi salah satu kunci percepatan pemulihan setelah bencana. “Kami tidak bekerja sendiri,” tandasnya.

Di sektor telekomunikasi, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengatakan, seluruh site atau BTS yang terdampak gempa NTT sudah pulih 100 persen. Sebelumnya, terdapat 812 site/BTS yang mengalami gangguan di 11 kabupaten/kota.

“Sejak awal, kami memastikan percepatan penanganan site/BTS yang terdampak gempa NTT. Saat ini, site/BTS yang mengalami gangguan 100 persen telah berhasil dipulihkan,” ujar Meutya, dikutip Selasa (25/8/2026).

Adsense

Meski BTS sudah pulih seluruhnya, Komdigi tetap mengirimkan 20 perangkat Starlink ke sejumlah lokasi terdampak. Perangkat tersebut menjadi dukungan tambahan untuk menjaga konektivitas selama masa pemulihan.

“Bantuan ini adalah ikhtiar kami untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kami yang menjadi korban gempa NTT,” ujar Meutya.

Baca juga : Kirim Rendang & Obat-obatan, Hanura-Gebu Minang Peduli NTT

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama seluruh operating company TelkomGroup juga menyatakan seluruh layanan telekomunikasi dan digital yang terdampak gempa telah pulih 100 persen. Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, pemulihan layanan dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.

“Kami bersyukur seluruh layanan kini telah kembali normal hanya dalam waktu tiga hari,” ujar Dian.

Kecepatan pemulihan tersebut ditopang sistem jalur cadangan jaringan atau link redundancy. Infrastruktur ini membuat backbone tetap berfungsi ketika sejumlah jaringan utama terdampak.

Telkom menyebut, satu ruas kabel laut dan beberapa ruas fiber optic darat masih dalam pemeliharaan. Namun, jalur backup telah difungsikan sebagai jalur utama untuk menjaga layanan tetap tersedia.

Mengenai bantuan, distribusi ke wilayah yang sulit dijangkau terus dilakukan. Basarnas bersama kementerian dan lembaga terkait mengoptimalkan jalur udara untuk menjangkau warga yang berada di daerah terpencil.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, dikerahkan untuk mengangkut bantuan.

"Helikopter Dauphin mendistribusikan paket bantuan dari TNI AU ke helipad yang ada di Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur," ujarnya.

Baca juga : Prabowo-Jokowi Kembali Bersama

Selain membawa logistik, helikopter digunakan untuk rotasi dan penguatan personel operasi SAR di Manggarai Timur dan sekitarnya.

103 Orang Meninggal

BNPB mencatat, per Selasa (25/8/2026), jumlah korban meninggal mencapai 103 orang dan 1.666 luka-luka.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan merinci, korban meninggal di Manggarai berjumlah 41 orang, Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 3 orang dan Manggarai Barat 1 orang.

Selain itu, lebih dari 185 ribu orang masih mengungsi akibat gempa yang terjadi. Berton menyebut, gempa susulan masih dirasakan di NTT.

"Kami mencatat 185.131 orang yang mengungsi, baik itu pengungsi yang mandiri maupun pengungsi yang ada terpusat. Kami mencatat pengungsi yang baru sebanyak 4.804," ujarnya, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB, Selasa (25/8/2026).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense