Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Kalau ingin balas dendam, Kroasia harus lebih agresif, menekan dan menyerang. Dari segi apapun, kekuatan Spanyol jauh lebih merata dan mematikan.
Kroasia mendapat kesempatan membalas kekalahan telak dari Spanyol ketika kedua tim kembali bertemu dalam lanjutan Nations League, besok pukul 01.45 WIB.
Pertandingan yang digelar di Stadion Poljud, Split, ini menjadi ujian berat bagi Luka Modric dan kawan-kawan. Pasalnya, Kroasia baru saja dipermalukan Spanyol 1-4 pada pertemuan sebelumnya, 29 September lalu.
Spanyol datang dengan kepercayaan diri tinggi. La Furia Roja belum terkalahkan di Grup A3 dan mengawali kompetisi dengan kemenangan 3-2 atas Inggris, sebelum menghantam Kroasia 4-1. Data UEFA mencatat Spanyol memiliki lima kemenangan beruntun, sementara Kroasia mencatat tiga kemenangan dan dua kekalahan dalam lima laga terakhir.
Baca juga : Start Buruk, Finis Menusuk
Namun, pertandingan kali ini diperkirakan berbeda. Kroasia tampil di kandang sendiri dan berada di bawah pelatih baru, Slaven Bilic. Mantan pelatih Kroasia tersebut kembali menangani tim nasional dan berusaha mengubah karakter permainan menjadi lebih agresif, berani menekan, serta lebih menyerang.
Bilic tentu tidak ingin kembali melihat pertahanannya menjadi bulan-bulanan seperti ketika kalah 1-4 di Sevilla.
Di sisi lain, Spanyol tetap memiliki senjata utama pada generasi emasnya. Lamine Yamal menjadi salah satu pemain yang paling mendapat perhatian. Pemain muda tersebut sudah mencetak tiga gol dalam dua pertandingan Nations League edisi ini.
Spanyol juga memiliki kedalaman skuad luar biasa. Rodri, Pedri, Dani Olmo, Fabian Ruiz, Mikel Oyarzabal dan sejumlah pemain lainnya membuat Luis de la Fuente mempunyai banyak pilihan untuk mengatur permainan.
Baca juga : Akan Bacakan Putusan Gugatan Ijazah Gibran, MK Jadi Pusat Perhatian
Namun, Spanyol mendapat kabar kurang menyenangkan. Nico Williams dipastikan meninggalkan pemusatan latihan setelah mengalami masalah pada paha kiri usai pertandingan melawan Kroasia di Sevilla.
Kroasia sendiri masih mengandalkan pengalaman Modric. Di usia 41 tahun, kapten Kroasia itu tetap menjadi pusat permainan tim. Selain Modric, Ivan Perisic dan Andrej Kramaric juga menjadi pemain yang patut diperhatikan. Perisic bahkan menyumbang assist pada pertemuan pertama kedua tim.
Secara keseluruhan, Spanyol masih lebih unggul dalam sejarah pertemuan. Tim Matador telah memenangkan tujuh pertandingan melawan Kroasia, sementara Kroasia menang tiga kali dan dua laga berakhir imbang.
Bermain di kandang bisa membuat Kroasia tampil lebih berani. Modric dan kawan-kawan kemungkinan akan mencoba menekan sejak awal, terutama untuk menghindari Spanyol menguasai bola terlalu lama.
Baca juga : Rotasi 19 Kapolda, Geser 8 Komjen: Kapolri Gaspol
Namun, Spanyol memiliki kualitas lebih merata di setiap lini. Permainan penguasaan bola, kecepatan Yamal, serta kreativitas lini tengah membuat mereka tetap menjadi favorit. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya