BREAKING NEWS
 

Diungkapkan Wakil Ketua MUI, Muktamar NU Harus Perkuat Ukhuwah NU-Muhammadiyah

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Minggu, 30 Agustus 2026 06:50 WIB
Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas. (Foto: Dok. Muhammadiyah)

RM.id  Rakyat Merdeka - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, diharapkan tidak hanya menghasilkan program kerja terbaik bagi organisasi, tetapi juga semakin memperkuat persatuan umat Islam dan bangsa Indonesia.

Harapan tersebut disampaikan Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas. Dia berharap, Muktamar NU ke-35 yang berlangsung 27-31 Agustus 2026 dapat berjalan dengan baik dan lancar.

"Di samping itu, Muktamar juga diharapkan dapat melahirkan program-program kerja yang akan membuat NU dan umat Islam serta bangsa dan negara kita semakin lebih baik dan lebih maju lagi," ujar Anwar, dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Selain itu, kata Anwar, Muktamar juga mampu memilih pimpinan NU untuk lima tahun ke depan yang dapat menjalankan amanat forum secara baik. Pemimpin terpilih diharapkan tidak hanya membawa kemajuan bagi NU, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan bangsa.

"Penting kepemimpinan NU ke depan untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan umat Islam. Ini bukan hanya menjadi harapan umat Islam Indonesia, tetapi juga umat Islam di dunia," tuturnya.

Baca juga : Pemerintah Bergerak Cepat Amankan Aktivitas Ekonomi

Anwar kemudian mengisahkan pengalamannya ketika menjadi bagian dari delegasi MUI yang berkunjung ke Iran pada 2008. Dalam kunjungan tersebut, delegasi MUI bertemu dengan orang kedua dalam hierarki kepemimpinan Iran saat itu.

Dalam pertemuan tersebut, seorang Ayatullah menyampaikan pandangannya bahwa umat Islam suatu saat akan kembali memimpin dunia. Namun, menurut tokoh tersebut, umat Islam yang dimaksud bukan berasal dari Timur Tengah, Turki, maupun Iran, melainkan Indonesia.

"Saya titip pesan satu, tolong ukhuwah Islamiyah antara NU dan Muhammadiyah dijaga," kata Anwar mengutip pesan Ayatullah saat itu.

Adsense

Anwar mengaku terkejut mendengar pesan tersebut. Menurutnya, pesan itu menunjukkan bahwa tokoh tersebut memahami dengan baik peta kekuatan dan dinamika umat Islam di Indonesia.

Karena itu, dia menilai persatuan dan kesatuan antara NU dan Muhammadiyah harus terus dirawat. Sebab, persatuan merupakan fondasi penting bagi terjaganya keutuhan, terciptanya kedamaian, serta tercapainya tujuan bersama.

Baca juga : Dekatkan Diri Dengan Masyarakat, PAN Kaltara Targetkan Rekrut 9 Ribu Relawan

"Kita berharap pimpinan NU ke depan akan dapat menumbuhkembangkan rasa persatuan dan kesatuan, sikap saling menghargai, tolong-menolong, dan adanya rasa empati antar-sesama elemen umat dan warga bangsa," ujarnya.

Anwar juga mengingatkan pentingnya meneladani para tokoh NU dan Muhammadiyah yang mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk mempererat hubungan kedua organisasi. Dia menyoroti mantan Ketua Umum PBNU almarhum KH Hasyim Muzadi.

"Kiai Hasyim sering wara-wiri di kantor PP Muhammadiyah. Sehingga warga Muhammadiyah, apalagi anak-anak mudanya, benar-benar merasa kehilangan sosok tokoh dan pemimpin yang sangat mereka cintai dan sayangi ketika beliau wafat," katanya.

Menurut Anwar, kedekatan Hasyim Muzadi dengan Muhammadiyah menginspirasi sejumlah anak muda Muhammadiyah menerbitkan buku berjudul Takziyah Muhammadiyah untuk KH A Hasyim Muzadi pada 20 April 2017.

Menurutnya, Hasyim Muzadi memiliki kemampuan membuat perbedaan antara NU dan Muhammadiyah tidak menjadi sumber kerenggangan. Sebaliknya, perbedaan justru dapat mencairkan hubungan kedua kelompok.

Baca juga : Pindar Makin Diminati UMKM Akses Pembiayaan

Dia mencontohkan cerita Hasyim Muzadi mengenai perdebatan antara Pemuda Ansor dan Pemuda Muhammadiyah mengenai sampainya pahala tahlil kepada orang yang telah meninggal.

Dalam cerita tersebut, kader Ansor meyakini pahala tahlil sampai kepada orang yang telah meninggal karena doa yang dikirimkan tidak pernah dikembalikan kepada pengirim. Sementara kader Pemuda Muhammadiyah menanggapinya dengan meminta bukti atau resi penerimaan jika doa tersebut memang telah sampai. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense