RM.id Rakyat Merdeka - Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ke-4 masa persidangan pertama tahun sidang 2026-2027 resmi mengesahkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 pada Selasa (1/9/2026).
Pengesahan ini menorehkan sejarah baru dalam lanskap perekonomian nasional, menjadikan Destry sebagai perempuan pertama yang menduduki pucuk pimpinan tertinggi bank sentral tersebut sejak didirikan pada tahun 1953.
Penunjukan figur perempuan kelahiran Jakarta tahun 1963 ini merupakan langkah pengisian kekosongan jabatan setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela pada 25 Juli 2026.
Sebelum disahkan oleh para wakil rakyat di Senayan, Destry yang diajukan sebagai calon tunggal oleh Presiden Prabowo Subianto ini telah lebih dulu menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI guna memastikan stabilitas kebijakan moneter tetap terjaga.
Persetujuan di tingkat paripurna tersebut merupakan kelanjutan dari hasil uji kelayakan dan kepatutan yang telah digelar sebelumnya di akhir Agustus. "Komisi XI DPR RI berdasarkan musyawarah untuk mufakat menyetujui dan menetapkan saudari Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031," kata Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun.
Baca juga : Sah! DPR Ketok Palu Restui Destry Damayanti Jadi Bos Baru Bank Indonesia
Dalam sidang paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPR Puan Maharani, seluruh anggota dewan yang hadir secara serempak menyatakan persetujuannya atas laporan hasil uji kelayakan dari komisi terkait.
Pihak Komisi XI juga menegaskan bahwa seluruh proses pergantian pimpinan bank sentral, termasuk penuntasan tugas-tugas administratif dan prosedural di tingkat komisi, telah berjalan tuntas.
Selain Gubernur BI, dewan turut mengesahkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur, di mana ketiganya dijadwalkan akan dilantik di Mahkamah Agung pada Rabu (2/9/2026).
Keterpilihan Destry tidak hanya menjadi capaian personal di level nasional, tetapi juga memperkuat representasi kepemimpinan perempuan di kancah global.
Ia menambah daftar panjang 27 perempuan yang kini memegang kendali atas bank sentral, lembaga supranasional, maupun otoritas moneter di seluruh dunia, sekaligus melengkapi kekuatan pimpinan perempuan di Asia Tenggara yang sebelumnya telah diisi oleh Kamboja, Laos, dan Brunei Darussalam.
Baca juga : Pesan Perry Warjiyo kepada Destry Cs: Perkuat Mandat BI di Tengah Gejolak Global
Rekam jejak panjang di sektor keuangan dan kebijakan publik menjadi fondasi kokoh bagi profil kepemimpinan Destry. Perjalanannya bermula dari tempaan akademik yang solid, lulus sebagai Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia sebelum akhirnya merengkuh gelar Master of Science dalam bidang Regional Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat.
Karier profesionalnya merentang luas dari dunia riset hingga pusaran pasar keuangan, bermula sebagai asisten peneliti di Harvard Institute for International Development dan peneliti di Universitas Indonesia.
Ia juga pernah mendedikasikan keilmuannya di Badan Analisa Keuangan dan Moneter Kementerian Keuangan, hingga menapaki jenjang karier di institusi multinasional seperti Citibank Indonesia dan menjadi penasihat ekonomi senior untuk Duta Besar Inggris di Indonesia.
Ketajamannya dalam membaca arah perekonomian makro semakin teruji saat ia dipercaya memangku jabatan Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada rentang 2005 hingga 2011, disusul peran serupa di Bank Mandiri hingga 2015.
Kiprahnya makin meluas saat ia ditunjuk memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN, menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015-2019, dan memimpin Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2015.
Baca juga : DPR Tetapkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI Hari Ini
Kiprah puncaknya di Bank Indonesia mulai terbangun secara terstruktur sejak ia terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior pada 2019 dan kembali dipercaya untuk periode kedua pada 2024.
Saat memaparkan visinya di hadapan anggota dewan, Destry berkomitmen membawa BI menjadi lembaga yang tetap relevan melalui tiga misi utama, yakni mempertahankan stabilitas ekonomi, berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan, serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan melalui lima agenda strategis guna merespons dinamika ekonomi global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.