BREAKING NEWS
 

PLN Genjot Pasokan Listrik Sulbagsel, Darmawan Turun Tangan

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Kamis, 17 September 2026 13:20 WIB
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kiri) ketika memantau langsung percepatan perbaikan PLTU Jeneponto di Sulawesi Selatan pada Senin (14/9/2026). [Foto: Dok]

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, turun langsung mengawal upaya penguatan pasokan listrik di sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

Langkah tersebut dilakukan dengan meninjau sejumlah pembangkit listrik di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (14/9/2026). Salah satu yang menjadi perhatian adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW) milik swasta yang sedang mengalami gangguan teknis. Gangguan tersebut berdampak pada berkurangnya pasokan listrik ke sistem Sulbagsel.

Baca juga : Sinergi PLN Group, PLN Icon Plus Dukung Percepatan Program PLTS 100 GWp

PLN pun turut mendukung percepatan proses perbaikan agar pembangkit tersebut dapat kembali beroperasi dan memasok listrik ke sistem.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Marimbo Cavalry (depan kiri) dan Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Daniel Karmel Fernando Tampubolon (depan kanan) tengah berdiskusi usai meninjau percepatan perbaikan PLTU Jeneponto di Sulawesi Selatan pada Senin (14/9/2026). [Foto: Dok]

“Setiap megawatt sangat berarti dalam kondisi seperti ini. Karena itu, kami membantu mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto agar dapat segera kembali masuk ke sistem. Bersamaan dengan itu, kami terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan pasokan,” ujar Darmawan.

Baca juga : Pasokan Listrik Utama di Flores Normal, PLN Fokus Pulihkan Jaringan Distribusi

Di sisi lain, sistem kelistrikan Sulbagsel dalam beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan akibat menurunnya daya mampu sejumlah pembangkit hidro. Kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Nino membuat produksi listrik dari sejumlah pembangkit tenaga air mengalami penurunan.

Pembangkit yang terdampak antara lain PLTA Poso, PLTA Bakaru, PLTA Malea, serta sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). Darmawan menjelaskan, daya mampu agregat pembangkit hidro yang sebelumnya berada di kisaran 850 MW kini turun menjadi sekitar 250 MW. Artinya, terjadi penurunan daya mampu sekitar 600 MW.

Adsense

Baca juga : Dirut PLN Kawal Langsung Listrik Nasional Jelang HUT ke-81 RI

Kondisi tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik di wilayah Sulbagsel. Menghadapi kondisi tersebut, PLN menjalankan berbagai langkah secara bersamaan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense