Dark/Light Mode

Usulan Solusi Masalah Pemadaman Listrik Bergilir

Eddy Soeparno: Momentum Untuk Percepat Transisi Energi

Selasa, 23 Juni 2026 07:15 WIB
Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN. Foto: IG PRIBADI
Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN. Foto: IG PRIBADI

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di beberapa wilayah dikeluhkan masyarakat. Untuk itu, perlu segera ada solusi agar pemadaman tersebut cepat teratasi.

PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman tersebut. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, gangguan pasokan batu bara berkalori menengah medium range coal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasokan listrik.

Selain itu, PLN juga menghadapi kendala teknis pada dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) besar milik perusahaan listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) yang menjadi mitra Perseroan.

"Atas nama PT PLN (Persero), kami ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi masyarakat akibat peristiwa ini," kata Darmawan, dalam video yang diunggah di Instagram @pln_id, Sabtu (20/6/2026).

Baca juga : Mufti Anam: PLN Harus Segera Berikan Solusi Nyata

Menurut Darmawan, PLN juga mempercepat proses penandatanganan kontrak dengan para pemasok batu bara yang telah mendapat penugasan dari Pemerintah. Proses tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama Ditjen Minerba agar pasokan batu bara berkalori menengah dapat segera tersalurkan ke pembangkit.

"Saat ini proses penyaluran medium range coal mulai mengalir ke PLTU di seluruh Pulau Jawa, baik PLTU milik PLN maupun milik mitra kami atau PLTU independent power producer," terang Darmawan.

Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam menerangkan, pemadaman listrik bergilir mengganggu aktivitas masyarakat. Keluhan pun datang dari berbagai daerah, mulai dari pelaku UMKM yang kehilangan omzet, anak-anak yang terganggu proses belajarnya, hingga masyarakat yang harus menanggung kerugian akibat peralatan elektronik rusak dan bahan makanan yang membusuk.

"Persoalan bukan hanya listrik padam, tetapi juga ketidakjelasan informasi yang diterima masyarakat," ungkap Mufti, kepada Rakyat Merdeka melalui WhatsApp, Sabtu (20/6/2026).

Baca juga : Revisi UU Lalu Lintas Atur Perlintasan Sebidang Kereta

Di satu sisi, lanjut dia, Pemerintah dan PT PLN (Persero) menyatakan pasokan listrik aman. Di sisi lain, pemadaman bergilir masih terjadi di banyak daerah dengan durasi yang semakin lama. "Kondisi ini membuat rakyat resah," keluh Mufti.

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menilai, PLN harus segera menangani pemadaman listrik bergilir, khususnya yang terjadi di wilayah Jawa, Sumatera, dan Bali, baik dari aspek pasokan batu bara maupun kinerja pembangkit.

"Saya tidak saja mendapatkan laporan terkait pemadaman listrik secara bergilir dari berbagai daerah, lebih dari itu saya juga mengalaminya saat kunjungan ke daerah pemilihan di Kota Bogor pada Jumat sore (19/6/2026)," ujar Eddy, Minggu (21/6/2026).

Eddy memahami bahwa akar permasalahan antara lain berawal dari kurangnya pasokan batu bara jenis medium rank coal ke pembangkit-pembangkit PLN sehingga terpaksa dilakukan pengalokasian beban listrik secara tidak merata.

Baca juga : Gibran Pastikan Pemerataan Pembangunan Terus Berjalan

Untuk mengetahui pandangan Eddy Soeparno mengenai pemadaman listrik bergilir, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.