BREAKING NEWS
 

Kapal Induk Garibaldi Bersandar Di Priok, Pertahanan Laut Kita Makin Keren

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Senin, 21 September 2026 07:40 WIB
Inilah Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 yang tiba di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/9/2026). (Foto: Putu Wahyu Rama/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapal induk pertama milik Indonesia, Giuseppe Garibaldi, resmi bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Kapal perang hibah dari Italia ini, bakal memperkuat armada TNI AL dan membuat pertahanan laut kita makin keren.

Pasukan jet ski menjemput kapal induk yang menempuh perjalanan dari Italia selama tiga pekan itu, saat memasuki Pelabuhan Tanjung Priok sekitar pukul 07.30 WIB. Tabuhan gendang dari tim marching band TNI turut menyambut kedatangan Garibaldi dengan sejumlah lagu, salah satunya lagu Betawi, Si Jali Jali.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, hingga Duta Besar Italia untuk Indonesia Roberto Colamine turut menyambut kedatangan kapal tersebut.

Garibaldi berangkat dari Italia pada Senin (24/8/2026). Selama perjalanan, kapal tersebut dikawal kapal perang Angkatan Laut Italia. Dari pangkalannya di Taranto, Garibaldi mengarungi Laut Merah hingga Selat Malaka sebelum tiba di Indonesia.

Begitu memasuki wilayah Indonesia, Garibaldi mendapat pengawalan dari dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Kapal induk Garibaldi tidak akan lama menggunakan nama dan bendera Italia. KSAL Laksamana Muhammad Ali mengatakan, pergantian bendera sekaligus pemberian nama baru dijadwalkan berlangsung pada Kamis (24/9/2026).

Bendera Italia akan diturunkan dan digantikan Merah Putih. Bersamaan dengan itu, kapal bernomor lambung C551 tersebut resmi menyandang nama KRI Sriwijaya.

Baca juga : Buka Layanan Pengaduan Pajak & Cukai, Suahasil Lanjutkan Gebrakan Purbaya

“Kemungkinan di tanggal yang sama akan ada pergantian bendera dari Italia menjadi bendera Indonesia,” ungkap Ali usai meninjau kapal Garibaldi di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Menurut Ali, kapal induk tersebut akan digunakan untuk mendukung operasi militer selain perang (OMSP). Sebelum dioperasikan secara penuh, sejumlah bagian kapal akan menjalani perbaikan dan penyesuaian.

Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod mengatakan, perbaikan juga akan dilakukan pada sistem penggerak kapal. PT PAL akan bekerja sama dengan Fincantieri untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan terhadap empat turbin General Electric/Avio LM2500.

“Kita akan lihat mana saja yang perlu diperbaiki. Bukan perbaikan dalam waktu dekat, tetapi perbaikan dalam waktu yang panjang terkait dengan sistem powering-nya,” kata Kaharuddin.

PT PAL dan Fincantieri menilai kondisi Garibaldi saat ini masih cukup baik. Kapal tersebut dinilai dapat mendukung Operasi Militer Perang (OMP) maupun OMSP setelah dilakukan penyesuaian sesuai kebutuhan TNI AL.

“Nanti ditambah peralatan untuk penanggulangan kebakaran hutan, selain ditambah dengan persenjataan lengkap, dan menjadi lebih gahar,” sambung Kaharuddin.

Adsense

Diketahui, Garibaldi merupakan kapal perang dengan panjang 180 meter dan lebar 33 meter. Indonesia memperoleh kapal tersebut bukan melalui pembelian, melainkan hibah dari Pemerintah Italia setelah proses negosiasi yang berlangsung lebih dari satu tahun.

Baca juga : Kasus Tambang Batu Bara Kukar, KPK Sita Rp 895 Juta Dari Anggota DPRD DKI

Dirancang galangan Fincantieri, Garibaldi merupakan kapal induk pertama milik Angkatan Laut Italia setelah Perang Dunia II. Kapal berbobot sekitar 12.000 ton ini mampu melaju hingga 30 knot.

Meski berusia lebih dari 40 tahun, pengoperasian Garibaldi oleh TNI AL membawa konsekuensi dari sisi biaya perawatan, pengoperasian, modernisasi, dan penyesuaian dengan kebutuhan pertahanan Indonesia. Mengacu laporan parlemen Italia yang dilansir Reuters, biaya perawatan kapal tersebut diperkirakan sekitar 5 juta euro per tahun atau setara Rp103,5 miliar.

Dengan masuknya Garibaldi ke dalam armada TNI AL, Indonesia akan menjadi salah satu negara di Asia yang mengoperasikan kapal induk. Selain Indonesia, negara Asia yang memiliki kapal induk antara lain China, India, Jepang, dan Thailand.

Garibaldi bukan satu-satunya tambahan kekuatan pertahanan Indonesia sepanjang 2026. TNI juga terus mendatangkan dan memodernisasi berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista).

TNI AU, misalnya, menerima enam pesawat tempur Dassault Rafale buatan Prancis dari total 42 unit yang dipesan. TNI AU juga menerima pesawat angkut strategis Airbus A400M serta enam pesawat T-50i Golden Eagle dari Korea Selatan. Kemampuan pengawasan udara diperkuat dengan kedatangan dua radar Ground Master 403 (GM403) buatan Thales, Prancis.

Sementara TNI AL mendapat tambahan KRI Prabu Siliwangi-321 pada Maret 2026. Kapal tersebut dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari peperangan permukaan, pertahanan udara, patroli hingga operasi kemanusiaan.

Pada 11 Mei 2026, TNI AL juga menerima KRI Canopus-936. Kapal tersebut dirancang untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan kapal selam.

Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Pendidikan Gratis Sangat Mungkin Diwujudkan

Dari industri pertahanan dalam negeri, PT Dirgantara Indonesia menyerahkan satu pesawat NC212i kepada TNI AU pada 30 Juli 2026. Pesawat tersebut memiliki konfigurasi untuk mengangkut pasukan, mendukung operasi modifikasi cuaca, pemotretan udara, serta mengangkut personel dan barang ke wilayah dengan landasan terbatas.

Kekuatan alutsista TNI tersebut bakal dipamerkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan, puncak HUT ke-81 TNI akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (5/10/2026). Parade tersebut akan melibatkan puluhan ribu personel dan ratusan alutsista.

Selain parade darat, TNI juga menyiapkan naval parade yang melibatkan 102 kapal perang. Kapal induk Garibaldi yang baru diterima Indonesia juga akan ikut ditampilkan.

Sehari sebelum puncak peringatan, TNI akan menggelar naval parade atau sailing pass di perairan Teluk Jakarta, Minggu (4/10/2026).

“Nanti ditampilkan kapal induk yang saat ini namanya Garibaldi saat sailing pass,” kata Nas di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Selain Garibaldi, sejumlah alutsista lain juga akan ditampilkan, termasuk pesawat tempur Rafale. TNI juga berencana meresmikan lima komando daerah militer (Kodam). Nas mengatakan, lebih dari 51 ribu personel dan lebih dari 900 alutsista akan dikerahkan dalam parade dan defile. Kegiatan tersebut juga akan melibatkan pasukan berkuda dan anjing K-9. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense