Dark/Light Mode

Operasional Truk Sampah Ke Bantar Gebang Menurun

DPRD DKI Minta Jumlah Anggaran BBM Dievaluasi

Senin, 21 September 2026 06:25 WIB
Operasional truk pengangkut sampah ke TPST Bantargebang menurun. (Foto: Rizki Syahputra/RM.id)
Operasional truk pengangkut sampah ke TPST Bantargebang menurun. (Foto: Rizki Syahputra/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta Dinas Lingkungan Hidup (LH) mengevaluasi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional truk pengangkut sampah. Sebab, ritase pengangkutan sampah ke Bantargebang, menurun sehingga evaluasi dibutuhkan agar anggaran tepat sasaran.

Ritase pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menurun, sejak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mengelola sendiri sampah, terutama yang dapat didaur ulang.

Komisi D DPRD DKI meminta evaluasi sebagai rekomendasi dalam pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Penghitungan kebutuhan BBM diminta mengacu pada realisasi penggunaan dan pola operasional terbaru hingga akhir tahun 2026.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengatakan, perubahan pola pengangkutan sampah harus menjadi salah satu variabel dalam menghitung kebutuhan anggaran BBM.

Karena itu, dia meminta Dinas LH menghitung kebutuhan BBM secara rinci untuk setiap unit, mulai dari Dinas, Suku Dinas (Sudin), hingga Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST). “Harus sudah dihitung sampai akhir tahun,” ujar Yuke, Jumat (18/9/2026).

Baca juga : Brighton Hancurkan Arsenal

Menurut dia, penghitungan tersebut harus berdasarkan kondisi operasional di lapangan. Dengan begitu, alokasi anggaran yang ditetapkan, tidak berlebihan maupun kekurangan.

Komisi D meminta seluruh kebutuhan BBM dihitung secara terukur, dengan membandingkan realisasi penggunaan, ritase aktual, jumlah kendaraan dan alat berat yang beroperasi, serta kebutuhan pelayanan hingga Desember 2026.

Yuke menegaskan, evaluasi diperlukan, agar alokasi anggaran tetap tepat sasaran dan tidak mengganggu pelayanan persampahan.

Dengan penghitungan berdasarkan kondisi riil di lapangan, kebutuhan tambahan anggaran dapat diketahui secara lebih rasional, sekaligus memastikan operasional persampahan tetap berjalan hingga akhir tahun.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan mengatakan, perubahan pola pengangkutan menuju Bantargebang, memang perlu diperhitungkan dalam penyusunan kebutuhan BBM.

Baca juga : Kembali Cuan, KTM Batal Jual Tim MotoGP

Dia memahami adanya kebutuhan penyesuaian anggaran akibat kenaikan harga BBM. Namun, berkurangnya aktivitas pengangkutan sampah menuju Bantargebang, tetap harus menjadi dasar evaluasi. “Hal tersebut harus dihitung betul,” tandasnya.

Judistira berharap, penghitungan ulang menghasilkan kebutuhan anggaran yang rasional, sekaligus membuka ruang efisiensi. “Efisiensi dapat mendukung program penanganan sampah lainnya,” katanya.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin menjelaskan, kebutuhan BBM tidak seluruhnya digunakan untuk truk pengangkut sampah. BBM juga digunakan untuk kendaraan operasional dinas, mesin kompresor, generator set (genset), mesin pengolah sampah, serta berbagai alat berat yang beroperasi di TPST Bantargebang. “Untuk truk memang berkurang,” ucapnya.

Dia menjelaskan, penyesuaian anggaran juga dipengaruhi kenaikan harga BBM, terutama untuk operasional UPST Bantargebang. “Sebagian besar alat berat di lokasi tersebut menggunakan BBM nonsubsidi,” tandasnya.

Kepala UPST Bantargebang Agung Pujo Winarko menyebut, anggaran BBM awal sekitar Rp 94,5 miliar. Hingga 31 Agustus 2026, anggaran ini tersisa sekitar Rp 16,6 miliar. Sementara kebutuhan rata-rata Rp 10,4 miliar per bulan.

Baca juga : Batik Tulis Jadi Simbol Persahabatan AS-ASEAN

Menurutnya, meski ritase pengangkutan sampah berkurang, alat berat di Bantargebang tetap beroperasi untuk penataan zona.

Peralatan tersebut juga digunakan untuk stabilisasi lereng dan penanganan sejumlah titik kritis. “Kondisi itu menjadi dasar pengajuan tambahan kebutuhan BBM hingga akhir tahun,” ujar Agung. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.