Sebelumnya
Amanah Baru dari Kota Tua Bukhara
Dalam naskah yang disampaikannya seusai forum, Ali menyebut berdirinya International Naqshabandi Council sebagai awal babak baru dalam jejaring Naqsyabandiyah internasional.
Baca juga : Menhaj Dorong Penguatan Kerja Sama RI-Uzbekistan Berbasis Peradaban Islam
Jika pada masa lalu hubungan antarmursyid dan ulama dibangun melalui perjalanan panjang dari satu negeri ke negeri lainnya, teknologi dan komunikasi global kini menyediakan ruang yang jauh lebih luas.
Namun menurut Ali, substansinya tidak berubah: menjaga sanad, adab dan spiritualitas sambil memperkuat persaudaraan serta kemaslahatan. Karena itu, ukuran kepemimpinannya kelak tidak hanya terletak pada seberapa luas INC dapat menghimpun jaringan Naqsyabandiyah dunia.
Baca juga : Menhaj Perkuat Kerja Sama Wisata Religi Indonesia-Uzbekistan
“Dari Bukhara, kita tidak sekadar membawa pulang kenangan sejarah; kita membawa amanah untuk menjadikan warisan spiritual sebagai cahaya bagi persaudaraan dan kemanusiaan.” ucapnya.
Tantangan yang lebih penting adalah seberapa jauh jaringan tersebut mampu berubah menjadi ruang pertukaran ilmu, persaudaraan, dialog dan kerja bersama—serta seberapa nyata nilai spiritual dapat hadir dalam kehidupan sosial.
Baca juga : PLN Pasok Listrik Dan Jaringan Wi-Fi Di Arena Muktamar Ke-35 NU Jombang
Bukhara memberikan akar sejarahnya. Ali Masykur Musa kini menerima tugas untuk membantu membawa akar tersebut memasuki percakapan dunia hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.