Dark/Light Mode

Ali Masykur Musa: Meneguhkan Komitmen Wathaniyah NU

Jumat, 14 Agustus 2026 14:48 WIB
Ali Masykur Musa, Mudir Aly Idarah Aliyah JATMAN. Foto: JATMAN
Ali Masykur Musa, Mudir Aly Idarah Aliyah JATMAN. Foto: JATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Jelang memperingati HUT RI ke 81 dan jelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, Ali Masykur Musa mengajak keluarga besar NU untuk memperkokoh pondasi bangsa yaitu meneguhkan Amanatul Wathaniyah.

Semangat kebangsaan, menurutnya, tidak boleh luntur dalam perjalanan NU memasuki abad kedua. Pergantian kepemimpinan dan dinamika organisasi tidak boleh menggeser orientasi dasar NU sebagai organisasi yang mengabdi kepada umat dan bangsa Indonesia.

“Semangat kebangsaan tidak boleh luntur, siapapun ketua umumnya,” tegas Ali Masykur Musa, Mudir Aly Idarah Aliyah JATMAN, Jumat (14/7/2026).

Ia kemudian menyampaikan prinsip yang menurutnya harus menjadi pegangan dalam membaca masa depan NU. "NU tidak boleh dijual, NU adalah untuk umat, NU untuk bangsa, bukan NU untuk kepentingan diri sendiri," katanya.

Baca juga : Gus Rozin Masuk Bursa Ketum PBNU, Didukung Jejaring 5 Poros Pesantren

Pernyataan tersebut menempatkan kepemimpinan NU dalam kerangka amanah. Jabatan dalam organisasi tidak semestinya menjadi tujuan bagi kepentingan personal, melainkan untuk berkhidmah. NU harus tetap berdiri sebagai kekuatan yang orientasinya melampaui kepentingan individu maupun kelompok.

Menurut Ali Masykur Musa, semangat tersebut memiliki akar sejarah yang panjang. Ia mengajak berkomitmen pentingnya Amanatul Wathaniuah Wathan atau semangat kebangsaan sebagai komitmen NU dalam seluruh rentang sejarahnya.

Karena itu, ia mengajak agar sejarah hubungan NU dengan perjalanan bangsa tidak sekadar dikenang, tetapi kembali diukir melalui kontribusi nyata.

"Saat ada masalah bangsa, di situlah NU harus menjadi 'part of solution-nya'," ujarnya.

Baca juga : Jelang Muktamar ke-35, Tokoh NU Dorong Kepemimpinan Independen dan Inklusif

Dengan demikian, kebesaran NU tidak diukur hanya dari jumlah warga, luas struktur organisasi, atau kekuatan politik dan sosial yang dimilikinya. Ukuran yang lebih mendasar adalah seberapa jauh NU mampu memberikan jawaban terhadap persoalan bangsa.

Dalam pandangan Ali Masykur Musa, semangat kebangsaan itu memiliki akar yang sangat dalam dalam tradisi NU. Ia menyebut Ahlul Wathan sebagai salah satu ruh yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Nahdlatul Ulama.

Karena itu, hubungan antara Islam dan Indonesia, Islam dan negara, menurutnya, harus ditempatkan dalam satu tarikan napas.

"NU dan negara, Islam dan negara, harus ditarik satu nafas. Ya Indonesia, ya Islam, ya Islam, ya Indonesia," tegasnya.

Baca juga : Ali Masykur Musa: NU Harus Jasi Kekuatan Soft Diplomacy Dunia

Pernyataan tersebut menegaskan pandangan bahwa keislaman dan kebangsaan tidak perlu dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan dalam satu orientasi pengabdian kepada masyarakat dan negara.

Ali Masykur Musa sendiri memperkokoh sikapnya sejak menjadi Ketua Umum PB PMII pada kurun 1991 - 1994. Dalam konteks Muktamar NU ke-35, gagasan memperkokoh 'Amanatul Wathaniyah' tersebut memberikan pesan penting tentang arah kepemimpinan organisasi. Siapa pun yang kelak menerima amanah kepemimpinan NU harus mampu menjaga agar NU tetap menjadi kekuatan keumatan sekaligus kekuatan kebangsaan.

NU hadir untuk umat, berkhidmat untuk bangsa, dan mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan negara. Dari sini, gagasan kepemimpinan NU memasuki wilayah yang lebih luas: menjaga keseimbangan antara identitas keislaman, komitmen kebangsaan, dan tanggung jawab kenegaraan. Amanatul Wathaniyah, dalam perspektif tersebut, bukan sekadar slogan kebangsaan.

"Dia menjadi bagian dari ruh perjuangan NU, sebuah kesadaran bahwa ketika Indonesia menghadapi persoalan, NU semestinya hadir bukan sebagai penonton, melainkan sebagai bagian dari solusi," ujarnya

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.