Dark/Light Mode

Ziarah Imam Bukhari, Muzani Perkuat Persaudaraan RI-Uzbekistan

Sabtu, 4 Juli 2026 16:43 WIB
Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama delegasi anggota MPR, pimpinan pondok pesantren, ulama, dan tokoh organisasi Islam berziarah ke makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan, Jumat (3/7/2026). Foto: MPR RI
Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama delegasi anggota MPR, pimpinan pondok pesantren, ulama, dan tokoh organisasi Islam berziarah ke makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan, Jumat (3/7/2026). Foto: MPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama delegasi anggota MPR, pimpinan pondok pesantren, ulama, dan tokoh organisasi Islam berziarah ke makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan, Jumat (3/7/2026).

Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Uzbekistan sekaligus mempererat ikatan emosional umat Islam di kedua negara.

"Alhamdulillah, hari ini kami bersama rombongan dari Indonesia, para pimpinan pondok pesantren, ulama, dan tokoh organisasi Islam dapat berkunjung ke makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan," kata Muzani dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Muzani, ziarah tersebut merupakan kunjungan yang telah lama dinantikan. Dia berharap silaturahmi dan kerja sama antara umat Islam Indonesia dan Uzbekistan terus berkembang, tidak hanya dalam hubungan diplomatik, tetapi juga melalui ikatan sejarah yang telah terjalin sejak berabad-abad lalu.

Baca juga : Peringati Tahun Baru Islam, KOWANI Perkuat Spiritualitas Perempuan Indonesia

Muzani mengingatkan, hubungan kedua bangsa memiliki akar sejarah yang kuat. Ia menyebut para ulama dari wilayah Uzbekistan datang ke Tanah Jawa pada abad ke-15 untuk menyebarkan ajaran Islam.

Sementara pada 1956, Presiden pertama RI Soekarno menjadi tokoh Indonesia pertama yang mengunjungi makam Imam Bukhari.

"Sejak itu makam Imam Bukhari terus diziarahi umat Islam dari berbagai penjuru dunia," ujarnya.

Karena itu, kata Muzani, kedatangan rombongan ulama Indonesia ke Samarkand merupakan upaya menyambung tali silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Uzbekistan.

Baca juga : Beniyanto Tamoreka Dukung Pengembangan E20, Perkuat Ketahanan Energi

Dia juga mengaku bersyukur dapat melihat langsung naskah dan karya monumental Imam Bukhari, yakni Sahih Bukhari, yang dipamerkan di museum kawasan kompleks makam.

Menurut Muzani, Sahih Bukhari merupakan salah satu kitab hadis paling penting yang menjadi rujukan utama umat Islam, termasuk di Indonesia. Kitab tersebut dipelajari secara luas di pondok pesantren, madrasah, hingga perguruan tinggi Islam.

"Bahkan, sebagai bentuk penghormatan kepada Imam Bukhari, kami memiliki tradisi mengadakan tasyakuran atau selamatan setiap kali menamatkan pembacaan kitab Sahih Bukhari," ungkapnya.

Di akhir kunjungannya, Muzani menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Uzbekistan, Majelis Rakyat Uzbekistan, dan masyarakat setempat atas sambutan yang diberikan kepada rombongan Indonesia.

Baca juga : Menhaj Buka IIE Percepat Reformasi Layanan Haji

Dia berharap hubungan persaudaraan antara umat Islam Indonesia dan Uzbekistan terus terjalin semakin erat pada masa mendatang.

Sebagai simbol persahabatan, Muzani menyerahkan wewangian berupa minyak oud berbahan kayu gaharu asal Kalimantan untuk ditempatkan di sekitar kompleks makam Imam Bukhari.

"Wewangian ini merupakan wujud persahabatan Indonesia dengan Uzbekistan. Semoga bermanfaat dan menjadi simbol eratnya hubungan kedua bangsa," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.