RM.id Rakyat Merdeka - Forum Komunikasi Masyarakat Gunung Salak (FKMGS) mengajak masyarakat menjadikan Hari Tani Nasional (HTN) 2026 sebagai momentum untuk mengawal kebijakan pemerintah yang berpihak kepada petani, masyarakat perdesaan, dan pegiat lingkungan.
FKMGS juga mendorong peringatan HTN diisi dengan penyampaian aspirasi agraria secara tertib dan konstruktif, sekaligus menjadi ruang untuk mendorong penyelesaian berbagai persoalan pertanahan dan lingkungan.
Ketua Umum FKMGS Haidin mengatakan, pemerintah perlu terus didukung sekaligus dikawal dalam menjalankan reforma agraria, memberikan kepastian hukum atas tanah, melindungi lahan pertanian produktif, serta membuka akses masyarakat terhadap lahan dan sumber daya alam.
Baca juga : Egi-Syaiful Berkomitmen Perjuangkan Kebijakan Pro-Petani di Lamsel
Menurut Haidin, kebijakan pembangunan juga perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan petani, perlindungan hak masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
“Peringatan Hari Tani Nasional hendaknya dilaksanakan secara damai dan diisi dengan kegiatan positif, seperti dialog kebijakan, edukasi pertanian, penanaman pohon, penghijauan, pameran hasil tani, serta kegiatan sosial bagi masyarakat,” ujar Haidin.
Ia mengingatkan, persoalan ketimpangan penguasaan lahan, konflik pertanahan, alih fungsi lahan, dan kerusakan lingkungan tidak dapat diselesaikan melalui tindakan konfrontatif.
Baca juga : Krisis Pangan Di Depan Mata, Ancam Kerek Inflasi
Karena itu, FKMGS mendorong seluruh pihak mengutamakan dialog, musyawarah, pendampingan, dan mekanisme hukum agar aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti secara tepat tanpa menimbulkan konflik sosial maupun mengganggu ketertiban umum.
“Jangan sampai momentum perjuangan petani justru ditunggangi kepentingan tertentu atau diwarnai tindakan yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
FKMGS berharap, HTN 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, petani, masyarakat adat, pegiat lingkungan, akademisi, dan dunia usaha.
Baca juga : Kado Hari Tani, RUU Reforma Agraria Disepakati Masuk Paripurna
Melalui komunikasi yang terbuka serta penyampaian aspirasi berdasarkan fakta, FKMGS optimistis berbagai persoalan agraria dapat diselesaikan secara adil sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani dan keberlanjutan lingkungan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.