RM.id Rakyat Merdeka -
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjalankan langkah nyata pengendalian perubahan iklim melalui aksi lintas sektor yang memadukan pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, pengentasan kemiskinan, serta perlindungan lingkungan.
Baca juga : Trump Berterima Kasih Kepada Indonesia
Pesan tersebut disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh. Jumhur Hidayat pada Interactive Leaders Dialogue di Climate Summit 2026 on Climate Action and the Just Transition, rangkaian Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Rabu (23/9/2026).
"Persetujuan Paris menjadi kompas kita. Namun, ketika ruang untuk menjaga kenaikan suhu 1,5 derajat Celsius semakin menyempit, tugas kita adalah menjembatani komitmen global menjadi hasil nyata," ujar Jumhur.
Baca juga : Erdogan Di PBB: Dunia Lebih Besar Dari Lima Negara
Ia menegaskan, paradigma pembangunan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mendorong pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan agar berjalan selaras. Dalam forum internasional tersebut, Indonesia memaparkan sejumlah langkah konkrit, seperti pengurangan emisi limbah dan metana, dekarbonisasi industri, pengembangan energi surya skala besar, penerapan B50, hingga percepatan ekosistem kendaraan listrik.
Selain mitigasi, Indonesia juga menyoroti pentingnya langkah adaptasi iklim, termasuk pembangunan Giant Sea Wall di pantai utara Jawa serta restorasi ekosistem mangrove untuk melindungi masyarakat pesisir.
Baca juga : Senayan Percepat Bahas RUU Pengendalian Perubahan Iklim
Indonesia turut mendorong pemenuhan pembiayaan iklim global yang adil dan konsesional, khususnya bagi negara-negara berkembang, menjelang pelaksanaan COP31 di Antalya.
"Indonesia siap memperdalam kemitraan yang mengubah ambisi iklim menjadi peluang pembangunan yang nyata dan ketahanan bagi semua," pungkas Jumhur.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.