Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pidato Di PBB Soal Gaza
Trump Berterima Kasih Kepada Indonesia
Kamis, 24 September 2026 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengucapkan terima kasih kepada Indonesia karena membantu menciptakan perdamaian Gaza saat berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2026). Trump mengklaim, perang di Gaza telah berakhir dan seluruh sandera yang tersisa telah dipulangkan.
“Saya ingin berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berkomitmen mengerahkan pasukan, personel kepolisian, dan memberikan pelatihan untuk membantu menstabilkan Gaza, termasuk Indonesia,” kata Trump seperti dilansir ABC News, Rabu (23/9/2026).
Ucapan tersebut berkaitan dengan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam misi stabilisasi Gaza.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan kesiapan Indonesia mengirim hingga 8.000 personel untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). Pasukan tersebut dirancang untuk membantu menjaga keamanan, melindungi warga sipil, mengamankan distribusi bantuan kemanusiaan, serta mendukung proses stabilisasi di Gaza.
Baca juga : KPK Terbitkan Sprindik, Usut TPPU Walkot Madiun
Dalam pidatonya, Trump juga menyampaikan terima kasih kepada Dewan Keamanan PBB yang mendukung rencana perdamaian Gaza yang digagas AS serta pembentukan Board of Peace (BoP). “Kelompok ini akan menjadi kelompok yang sangat penting. Hampir 30 negara telah bergabung dengan dewan ini,” ujar Trump. Indonesia juga masuk dalam BoP.
Dia juga mengapresiasi negara-negara yang memberikan dukungan finansial untuk bantuan kemanusiaan dan pemulihan Gaza. Di antaranya Qatar, Kuwait, Kazakhstan, Arab Saudi, Turki, Uzbekistan, Maroko, dan Bahrain.
Menurut Trump, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya internasional membantu pemulihan Gaza setelah perang. “Negara-negara tersebut telah menunjukkan kemurahan hati yang luar biasa,” kata Trump.
Sebelumnya, Trump juga pernah menyampaikan pujian langsung kepada Prabowo dalam pertemuan Multilateral Meeting on the Middle East di Markas PBB, New York, pada September 2025. Saat itu, Trump mengapresiasi pidato Prabowo dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80. Trump menyoroti gaya penyampaian Prabowo yang dinilainya tegas dan penuh energi dalam menyuarakan keadilan di forum internasional.
Gaza Jadi Isu Utama
Baca juga : Dave Laksono: Program Ini Langkah Positif Bentuk Karakter
Sementara itu, di tengah isu Gaza yang menjadi salah satu sorotan utama, Sidang Majelis Umum PBB ke-81 resmi dibuka di Markas Besar PBB, New York, Selasa (22/9/2026). Indonesia hadir diwakili Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.
Isu Gaza menjadi sorotan tajam Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan. Dalam pidatonya di PBB, Erdogan mengecam tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat. Dia bahkan menyebutnya sebagai kejahatan perang.
Kecaman tersebut sampai membuat delegasi Israel meninggalkan ruang sidang. Di sisi lain, pernyataan Erdogan mendapat tepuk tangan dari perwakilan Palestina.
“Berkat dukungan Trump, kami turut berkontribusi pada tercapainya gencatan senjata. Namun, meskipun ada gencatan senjata tersebut, lebih dari 1.300 warga sipil telah dibunuh di Gaza,” tegas Erdogan.
Baca juga : Ardi Manto Adiputra: Kami Mendesak Presiden Batalkan Program KKRI
Dia juga mengatakan Israel masih melakukan kekerasan di Gaza meskipun Hamas dan kelompok Palestina lainnya telah menerima tahap kedua kerangka kesepakatan gencatan senjata. Erdogan kemudian melontarkan kritik keras terhadap situasi di Gaza.
“Kita menghadapi pola pikir genosida yang tidak pernah puas melakukan pembunuhan. Tidak ada seorang pun yang memiliki rasa kemanusiaan, belas kasih, atau hati nurani yang bisa menutup mata terhadap hal ini,” tambahnya.
Selain mengecam kondisi Gaza, Erdogan menyerukan, rekonstruksi segera dimulai. Dia juga mendesak komunitas internasional meningkatkan tekanan terhadap Israel.
Erdogan juga kembali menyerukan pengakuan lebih luas terhadap Palestina. Dia berharap suatu saat terbentuk negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya