RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat politik Hendri Satrio menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo sedang membangun jalur sekaligus kekuatan politik baru melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurut pria yang akrab disapa Hensa tersebut, langkah Jokowi bergabung dengan PSI belum dapat dimaknai sebagai tanda berpisah jalan dengan Presiden Prabowo Subianto, melainkan upaya membangun jalur politiknya sendiri.
“Apakah kemudian ini tandanya dia pisah jalan dengan Prabowo? Saya tidak ingin mengatakan pisah jalan, tapi dia sedang membangun jalannya sendiri, jalannya yang baru,” kata Hensa dalam tayangan di kanal YouTube Hendri Satrio Official.
Jokowi secara terbuka menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandung, Jawa Barat, pada 26 September 2026. Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan dirinya telah menjadi bagian dari PSI sejak 14 Oktober 2025.
Baca juga : Presiden ke-7 RI Masuk PSI, Puan Ucapkan Selamat ke Jokowi
Hensa menilai pengungkapan keanggotaan Jokowi tersebut menunjukkan mantan presiden itu ingin menegaskan keberadaan PSI sebagai kendaraan politik yang perlu diperhitungkan.
“Dia merasa ingin dilihat sebagai kekuatan baru yang tidak bisa dianggap remeh. Oke, lu bisa mengisolasi gue, tidak ikutan bicarakan threshold, tapi jangan meremehkan saya. Saya punya kendaraan, dan ini bisa jadi kekuatan baru,” tuturnya.
Menurut Hensa, momentum Jokowi menunjukkan statusnya sebagai kader PSI juga berkaitan dengan dinamika politik, termasuk pembahasan mengenai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.
Ia menilai situasi tersebut menjadi salah satu konteks yang perlu diperhatikan dalam membaca keputusan Jokowi untuk menegaskan posisi politiknya bersama PSI.
Baca juga : Bestari Barus: Pengaruh Jokowi Di PSI Sangat Besar
Kendati demikian, Hensa menilai kehadiran Jokowi di PSI belum otomatis membuat dukungan elektoral terhadap partai tersebut meningkat.
“PSI pasti akan diuntungkan dengan itu, tapi apakah kemudian PSI bisa melonjak dengan hadirnya Jokowi? Ya, kita mesti ada hitung-hitungan politik lain,” kata Hensa.
Hensa juga menyoroti pemilihan Bandung sebagai lokasi Jokowi memperlihatkan KTA PSI. Menurut dia, pilihan Jawa Barat memiliki makna politik karena wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu basis dukungan Prabowo.
“Kenapa harus di Bandung pengumumannya? Kenapa harus di Jawa Barat? Jadi dia ingin berkomunikasi ke penguasa hari ini, Pak Prabowo, bahwa saya ada di kandang Anda nih,” ujar Hensa.
Baca juga : Adi Prayitno: Tantangan Utama PSI Adalah Mesin Politik
Namun, Hensa menegaskan dirinya sebelumnya berpandangan bahwa belum saatnya Jokowi dan Prabowo bermusuhan. Ia menilai langkah Jokowi membangun jalur politik melalui PSI tidak serta-merta berarti hubungan politik dengan Prabowo telah berakhir.
“Lantas saya pernah bilang, belum saatnya Jokowi dan Prabowo bermusuhan. Tapi dengan adanya isu threshold kemarin, kemudian MK tentang Gibran, saya rasa dia mulai menyadari,” kata dia.
Di sisi lain, PSI memastikan Jokowi akan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI pada November 2026. Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengatakan pengukuhan tersebut kemungkinan dilaksanakan bertepatan dengan Rapimnas dan HUT PSI di Surabaya pada 16 November 2026.
Rangkaian langkah tersebut, menurut Hensa, memperlihatkan Jokowi tengah membangun posisi politik baru melalui PSI. Ia menyebut keberadaan Jokowi bersama PSI sebagai kekuatan baru yang menurutnya tidak dapat dipandang sebelah mata dalam dinamika politik nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.