Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 50% Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan
- Masinis KA Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan Maut di Bekasi
- RUU Perampasan Aset, Gerindra: Harus Ada Ganti Rugi untuk Korban Salah Sita
- Jutaan Hektare Lahan Rusak di Kalimantan Ternyata Masih Bisa Dipulihkan
- Mega Terharu dengan Perhatian Prabowo Takziah atas Wafatnya Guruh
Setelah Umumkan Resmi Jadi Anggota, Apakah Faktor Jokowi Bakal Berdampak Ke Elektabilitas PSI?
Adi Prayitno: Tantangan Utama PSI Adalah Mesin Politik
Selasa, 29 September 2026 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Langkah Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keanggotaannya di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) disebut sebagai upaya untuk mendongkrak elektabilitas Partai Gajah.
Penilaian itu disampaikan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. Menurutnya, Jokowi mulai menghitung bahwa elektabilitas PSI belum menunjukkan peningkatan signifikan. Meski demikian, kata dia, selama ini Jokowi beberapa kali hadir dalam kegiatan partai tersebut.
“Jokowi keluarkan jurus pamungkasnya untuk meningkatkan elektabilitas PSI,” kata Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini pada hari Minggu (27/9/2026).
Adi mengatakan, beberapa hasil survei menunjukkan bahwa elektabilitas PSI masih belum signifikan, yakni di bawah 3 persen.
Baca juga : Menlu Sugiono Suarakan Palestina Merdeka
“Sepertinya Jokowi meyakini kalau resmi menyatakan sudah PSI bakal mendongkrak elektabilitas Partai Gajah,” ujarnya.
Adi memprediksi, apabila langkah ini tetap tidak ampuh, Jokowi pasti akan mengeluarkan jurus pamungkas lainnya, yakni menjadi Ketua Umum PSI. Pasalnya, kata dia, banyak rumor yang berkembang bahwa Jokowi diminta menjadi ketua umum PSI.
“Relawan dan pendukung Jokowi sepertinya yakin bahwa PSI bakal lolos, jika Jokowi jadi ketua umum PSI,” tuturnya.
Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan dirinya telah resmi menjadi anggota PSI. Jokowi mengatakan, dirinya sudah menjadi bagian dari keluarga besar PSI sejak hampir satu tahun lalu.
Baca juga : Ini Strategi Suahasil Capai Ekonomi 6 Persen
“Bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025. Banyak yang enggak percaya, saya sekarang buka saja kartu anggota saya ini,” katanya kepada kader PSI dalam acara Rapat Koordinasi DPD Kota Bandung di Grand Pasundan, Jalan Peta, Sabtu (26/9/2026).
Dia mengungkapkan, alasan dirinya menunjukkan kartu keanggotaan tersebut untuk menegaskan statusnya yang sudah menjadi bagian dari partai berlambang gajah itu. Selain menunjukkan kartu, Jokowi juga membacakan nama lengkap dan nomor keanggotaan yang tertera di kartu tersebut.
“Sekarang saya bacakan di sini. Tertulis nama, Jokowi Widodo. Nomor keanggotaan, saya bacakan ya. Nomor keanggotaan saya S 337220257777777,” tuturnya.
Menanggapi pandangan Adi Prayitno, Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan, langkah Jokowi tersebut untuk menegaskan bahwa dirinya sudah berada di tubuh PSI.
Baca juga : Ternyata, Jokowi Sudah Setahun Masuk PSI
Dia membantah bahwa pengumuman itu merupakan bagian dari strategi untuk mendongkrak elektabilitas PSI.
“Ini pengumuman atas pertanyaan masyarakat, ‘Benar atau tidak (Pak Jokowi) sudah di PSI?’. Padahal kami sudah berulang kali menyampaikan sejak 2025 bahwa Pak Jokowi sudah bersama PSI,” ungkap Bestari saat dihubungi Rakyat Merdeka, Senin (28/9/2026).
Untuk mengetahui pandangan Adi Prayitno mengenai langkah Jokowi mengumumkan dirinya sudah menjadi anggota dan memiliki KTA PSI untuk mendongkrak elektabilitas Partai Gajah, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya