BREAKING NEWS
 

Dekatkan Mahasiswa dengan Realita Bisnis

Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Gandeng Pelaku Industri Kreatif

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Rabu, 30 September 2026 16:23 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Dunia kampus tak cukup hanya berkutat dengan teori. Mahasiswa juga perlu bersentuhan langsung dengan realita industri agar mampu membaca peluang, menghadapi persaingan, hingga menciptakan lapangan kerja.

Semangat itulah yang diusung Budi Luhur University melalui sharing session bertajuk “Creating Opportunities & Entrepreneurial Impact in Glow Economy” di Auditorium Grha Mahardhika Bujana, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB itu mempertemukan mahasiswa dengan sejumlah pelaku industri kreatif dan bisnis kecantikan. Kolaborasi tersebut melibatkan Martha Tilaar Group dan CEDEFINDO. Sejumlah nama yang sudah malang melintang di industri kreatif turut hadir. Di antaranya CEO Martha Tilaar Group Dr. Kilala Tilaar, Co-Founder RAINE BEAUTY Ruskha, serta Founder tanskin® dan Tan Group Ricky Tan.

Para mahasiswa tidak hanya mendapatkan paparan mengenai teori bisnis. Mereka juga diajak melihat langsung bagaimana kreativitas, inovasi, dan strategi bisnis diterapkan untuk menghadapi ketatnya persaingan brand lokal.

Baca juga : Hati-Hati Penipuan Jalur Masuk UI, Warga Semarang Rugi Rp 380 Juta

Dari sisi akademik, Dr. Qodariah, S.E., M.M., turut hadir untuk menjembatani perspektif akademis dengan praktik pemasaran di dunia industri. Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc., mengatakan, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari komitmen yayasan untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri.

Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc. [Foto: Dok]

Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki pengalaman dan wawasan yang tidak hanya diperoleh dari ruang kelas. “Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti memiliki komitmen jangka panjang untuk selalu mengawal dan mendukung penuh setiap program yang mendekatkan mahasiswa dengan dunia industri,” ujar Julian.

Adsense

Dia menilai, kolaborasi dengan Martha Tilaar Group dan sejumlah tokoh di industri Glow Economy menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan industri secara lebih dekat. “Kami ingin lulusan kami tidak gagap menghadapi tren, melainkan justru menjadi kreator lapangan kerja di industri ini,” ujarnya.

Sharing session tersebut digelar tanpa pungutan biaya bagi mahasiswa. Meski demikian, jumlah peserta dibatasi untuk menjaga suasana diskusi tetap kondusif dan interaktif. Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan. Penyelenggara juga menyediakan sejumlah fasilitas pendukung, antara lain e-sertifikat dan kudapan ringan bagi peserta.

Baca juga : Universitas Trisakti Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Tegal Alur

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum berbagi pengalaman. Kolaborasi antara kampus dan pelaku industri tersebut juga diproyeksikan menjadi model bagi kegiatan serupa yang mempertemukan dunia pendidikan dengan sektor industri secara lebih luas.

Dengan pola link and match seperti ini, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga didorong memiliki keberanian membaca peluang dan menciptakan kesempatan baru di tengah perkembangan industri kreatif.

 

 

Baca juga : Kapolri: Mahasiswa UMSU Disiapkan Jadi Pemimpin Indonesia Emas 2045

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense