BREAKING NEWS
 

BNPB: 20 Rumah Rusak Usai Gempa Magnitudo 6,1 Di Sumba Barat Daya

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Minggu, 4 Oktober 2026 21:41 WIB
Kondisi bangunan yang rusak akibat gempa M 6,1 pada Minggu (4/10/2026) pagi di Sumba Barat Daya. Foto: BNPB

RM.id  Rakyat Merdeka - Gempa bumi berkekuatan M 6,1 mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/10/2026) pukul 05.55 WIB atau 06.55 WITA.

Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan yang diterima Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Kordalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa berdampak pada sejumlah bangunan dan menyebabkan satu orang mengalami luka ringan.

Berdasarkan parameter awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterima BNPB, pusat gempa berada di laut sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada koordinat 9,70 Lintang Selatan dan 118,92 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, pendataan awal menunjukkan kerusakan terjadi di Sumba Barat Daya dan Sumba Barat, sementara pemutakhiran kondisi masih berlangsung di lapangan. 

Baca juga : Jarak Waktu Gempa Sumba dan Aceh Tak Sampai 42 Menit, Apakah Ini Gempa Berantai?

“Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, dan mengikuti informasi resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, serta instansi terkait lainnya,” kata Berton dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Di Sumba Barat Daya, sebanyak 20 rumah terdampak, terdiri dari 19 unit rusak ringan dan satu unit rusak sedang. Kerusakan tersebar antara lain di Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit. 

Selain rumah warga, tiga fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan, yakni Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula. Gempa juga merusak ringan SDK Manu Toghi serta Balai KB Desa Wallandimu.

Adsense

Di Kabupaten Sumba Barat, tiga unit rumah atau asrama Komando Rayon Militer (Koramil) mengalami kerusakan ringan. Dua bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) juga terdampak berupa plafon rusak dan retak pada tembok, sedangkan kemungkinan kerusakan lain masih didata.

Baca juga : Hujan Mulai Turun, Elnino Masih Mengintai

Satu warga mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan ketika gempa terjadi dan telah mendapat penanganan serta menjalani rawat jalan. Dalam laporan BNPB yang diterbitkan siang hari, belum terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka berat.

Namun, perkembangan data korban kemudian berubah. RRI melaporkan pada Minggu sore seorang warga lanjut usia berusia 73 tahun di Kecamatan Kodi Utara meninggal dunia setelah mengalami syok saat gempa, berdasarkan keterangan Kepala Kepolisian Sektor Kodi Utara Ajun Komisaris Polisi Bernadus Bili Kandi; laporan tersebut muncul setelah pendataan awal BNPB.

Guncangan dirasakan cukup kuat di Sumba Barat Daya dan Sumba Barat hingga membuat sejumlah warga keluar rumah, sebelum kondisi kembali kondusif. BMKG dalam pembaruan parameternya menyebut gempa yang semula tercatat M6,1 kemudian diperbarui menjadi M5,9, dengan pusat gempa sekitar 59 kilometer barat daya Kodi pada kedalaman 30 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa dangkal yang diduga berkaitan dengan aktivitas Sesar Waikabubak. “Hasil analisis mekanisme sumber mengindikasikan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” ujar Ardhasena.

Baca juga : Magnitudo Gempa Hari Ini Di Sumba Tercatat Yang Terbesar Dalam Sepekan Terakhir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Barat Daya dan BPBD Kabupaten Sumba Barat melakukan pemantauan pascagempa bersama Kodim 1613/Sumba Barat dan Kodim 1629/Sumba Barat Daya. Aparat kewilayahan dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) juga mengumpulkan informasi serta mendata kerusakan di wilayah terdampak.

Posko awal penanganan bencana didirikan di Lapangan Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1629/Sumba Barat Daya. Sebanyak 173 personel disiagakan, terdiri atas 30 personel Kodim 1613/Sumba Barat, 68 personel Kodim 1629/Sumba Barat Daya, dan 75 personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 930/TT.

BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan BPBD kabupaten terdampak untuk memperbarui data korban, kerusakan, serta kebutuhan masyarakat. Warga diminta menghindari bangunan yang rusak atau retak dan tidak memasuki bangunan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense