BREAKING NEWS
 

KPK: OTT BNPB Terkait Proyek, Gunakan Dana Siap Pakai untuk Bencana

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 13 Oktober 2026 22:24 WIB
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Foto: Oktavian/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait dengan pengadaan barang dan jasa.

“Di antaranya yang menggunakan Dana Siap Pakai untuk kebencanaan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di DI Yogyakarta, Selasa (13/10/2026) malam.

Untuk diketahui, DSP BNPB berasal dari APBN yang dipergunakan untuk masa siaga darurat, tanggap darurat, dan transisi darurat ke pemulihan.

Pada awal 2026, BNPB menerima Rp 4,6 triliun. Namun, BNPB meminta tambahan dana siap pakai sebesar Rp 5,6 triliun.

Baca juga : KPK Sita Uang Rp 1,4 M & Logam Mulia dalam OTT BNPB

Budi mengungkapkan, dalam OTT tersebut, KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai dalam OTT tersebut.

“Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar 1,4 miliar rupiah,” tutur Budi.

Adsense

Selain uang tunai, tim komisi antirasuah juga mengamankan barang bukti berupa logam mulia. Budi mengungkapkan, beberapa dalam bentuk emas batangan. Sementara lainnya, dalam bentuk tabungan emas.

“Untuk jumlahnya masih diproses tim. Nanti kami cek untuk nilai ekuivalen dari logam mulia emas tersebut,” imbuhnya.

Baca juga : OTT BNPB, KPK Amankan 14 Orang

Dalam operasi senyap yang digelar di Jabodetabek tersebut, KPK mengamankan total 14 orang. Di antaranya, Sekretaris Utama atau Sestama BNPB, Rustian.

“Kemudian ada PPK dan juga pihak-pihak lain, termasuk dari unsur swasta,” tuturnya.

Saat ini, menurut Budi, mereka tengah diperiksa secara intensif di Gedung Merah Putih KPK.

“Malam ini dijadwalkan dilakukan expose atau gelar perkara di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,” tandas Budi.

Baca juga : KPK Amankan Sestama BNPB dalam OTT

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan para pihak yang diamankan dalam operasi senyap tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense