BREAKING NEWS
 

Babak Baru Pendidikan Indonesia

Negara Perluas Kesempatan, YPKBI Perkuat Keunggulan

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Kamis, 15 Oktober 2026 21:41 WIB
Assoc. Prof. Dr. Devie Rahmawati, CICS (kanan). [Foto: Dok]

RM.id  Rakyat Merdeka - Dunia sedang berlomba menciptakan mesin yang semakin cerdas. Namun, Indonesia menghadapi tantangan yang jauh lebih menentukan: memastikan anak-anak terbaik bangsa memperoleh kesempatan menjadi manusia unggul, berkarakter, dan mampu memimpin masa depan.

Pandangan tersebut disampaikan Assoc. Prof. Dr. Devie Rahmawati, CICS, akademisi Program Vokasi Universitas Indonesia, seusai menjadi pembicara dalam Global Digital Forum II 2026 di Moskow. Ajang dunia ini mempertemukan akademisi, pengembang teknologi, pelaku industri, dan pemangku kepentingan digital dengan partisipasi lebih dari 100 negara, dihadiri lebih dari 1.000 pakar teknologi informasi, 50 tamu VVIP (level menteri), serta lebih dari 50 perusahaan teknologi.

Menurut Devie, pembangunan pendidikan Indonesia saat ini memperlihatkan arah yang patut diapresiasi, khususnya melalui agenda Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan, memperbaiki fasilitas sekolah, meningkatkan kualitas guru, memperkuat pendidikan tinggi, serta mengembangkan sekolah unggulan yang mempersiapkan generasi muda bersaing secara internasional. “Dunia sedang sibuk membangun artificial intelligence. Indonesia tidak boleh melupakan investasi yang jauh lebih mendasar, yakni membangun human intelligence, human integrity, dan human dignity. Mesin boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus semakin berkualitas,” ujar peneliti Knowledge Sharing Dynamics among Dota 2 Online Gamers at Indonesian Internet Cafes ini. 

Baca juga : Akademisi UI Bawa Gagasan Indonesia: Dunia Punya AI, Kita Punya Ngopi

Menurutnya, agenda pendidikan hari ini telah mempertemukan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, revitalisasi fasilitas pendidikan, peningkatan kualitas guru, hingga penguatan pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan beasiswa. “Dunia sedang sibuk mengembangkan artificial intelligence. Indonesia harus memastikan investasi pada human intelligence, human integrity, dan human dignity tidak tertinggal. Mesin boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus semakin berkualitas,” ujar narasumber di berbagai forum, antara lain di Australia, Inggris, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura ini.

Dalam Global Digital Forum II, Devie membawakan presentasi bertajuk “Can AI Speak Our Language Without Understanding Our Humanity? From Language Availability to Language Agency.” Bagi Devie, pengalaman tersebut mempertegas satu persoalan mendasar dalam pendidikan: ketika teknologi semakin mampu menyediakan informasi dan jawaban, sekolah harus semakin kuat membentuk kemampuan berpikir kritis, integritas, empati, dan kepemimpinan.

“AI dapat membantu anak menjawab soal, tetapi tidak dapat menggantikan proses membentuk kejujuran. Teknologi dapat mempercepat pembelajaran, tetapi keteladananlah yang menumbuhkan kepemimpinan.” Salah satu inisiatif yang dinilai relevan dengan arah pembangunan pendidikan nasional adalah Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI). Melalui Akademi Kader Bangsa, yayasan nirlaba ini membangun ekosistem pendidikan yang menghubungkan sekolah-sekolah unggulan, pengembangan tenaga pendidik, seleksi talenta, dan dukungan beasiswa.

Baca juga : Sudahkah Indonesia Mengubah Kekayaannya Menjadi Kekuatan Digital?

Menariknya, jaringan tersebut tidak hanya terdiri atas sekolah baru, tetapi juga mencakup lembaga pendidikan yang telah memiliki sejarah dan reputasi akademik, dimana terdapat tujuh sekolah dalam jaringan Akademi Kader Bangsa: SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Global Darussalam Academy, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, SMAN 1 Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, MAN Insan Cendekia Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, SMA Al-Hikmah IIBS Batu, Kota Batu, Jawa Timur, SMA Unggulan Rushd, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dan SMA Kreativa, Kota Bandung, Jawa Barat.

Keberagaman tersebut memperlihatkan bahwa sekolah negeri, madrasah unggulan, sekolah swasta, dan sekolah berasrama dapat dipertemukan dalam satu ekosistem pengembangan kualitas pendidikan. “Indonesia tidak kekurangan sekolah dengan reputasi baik. Tantangannya adalah bagaimana keunggulan yang telah tumbuh selama puluhan tahun dapat saling terhubung, saling memperkuat, dan membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda,” ujar wakil Indonesia dalam PR Leadership Forum di Amerika Serikat ini.

“Membangun satu sekolah unggul adalah prestasi, namun, menghubungkan sekolah-sekolah unggul menjadi ekosistem pembelajaran adalah investasi peradaban.” YPKBI adalah yayasan yang kali pertama di Indonesia berhasil melakukan otorisasi sekolah-sekolah di bawah jaringannya, menjadi sekolah International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP) dalam kurun waktu satu tahun. Kehadiran MAN Insan Cendekia Serpong dalam jaringan Akademi Kader Bangsa menjadi salah satu contoh penting. Madrasah tersebut dikenal memiliki tradisi akademik yang kuat dan menjadi rujukan pendidikan unggulan, yang kemudian menjadi madrasah pertama yang menjadi bagian dari IB World School.

Baca juga : Waspada Pesan WhatsApp Penipuan Mengatasnamakan Rektor UI Prof. Heri Hermansyah

Sementara  SMAN 1 Matauli Pandan yang berdiri sejak 1994, memperlihatkan bagaimana sekolah negeri dengan sejarah panjang dapat memperkuat kualitas melalui pengembangan kurikulum internasional. SMAN 1 Matauli Pandan memperoleh otorisasi sebagai IB World School pada Mei 2026, setelah melalui proses pengembangan dan pendampingan. Di Yogyakarta, Global Darussalam Academy memperkaya jaringan dengan pendekatan pendidikan yang memadukan standar internasional dan nilai-nilai keislaman.

Kemudian SMA Al-Hikmah IIBS Batu, SMA Unggulan Rushd, dan SMA Kreativa menghadirkan keberagaman pendekatan pembelajaran dan pembinaan karakter dari berbagai daerah. Visi pengembangan pendidikan tersebut sejalan dengan pandangan Dirgayuza Setiawan, Ketua Dewan Pembina sekaligus salah satu pendiri YPKBI, yang menekankan pentingnya mempercepat pengembangan sekolah unggulan berkurikulum internasional.

Adsense

“Indonesia harus mengejar ketertinggalan dengan lebih banyak mengirimkan talenta terbaik ke universitas top dunia. Untuk itu, kita memerlukan akselerasi pembangunan SMA unggul berkurikulum internasional seperti IB,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense