BREAKING NEWS
 

Khofifah Dampingi Gibran Tinjau Pembelajaran AI Di Ponpes Dalwa

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 17 Oktober 2026 16:35 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Wapres Gibran Rakabuming meninjau pembelajaran AI dan robotika di Ponpes Dalwa, Pasuruan, Jumat (16/10/2026). Dok. Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pembelajaran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan robotika di Pondok Pesantren Darullughah Waddawa’ah (Dalwa), Raci, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jumat (16/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gibran dan Khofifah melihat langsung kegiatan pembelajaran di Ruang Kelas Robotik dan AI yang diikuti para santri dan guru. Keduanya juga menyaksikan demonstrasi penggunaan robot untuk pencetakan tiga dimensi (3D printing) serta teknologi AI untuk pengenalan wajah otomatis.

Gibran bahkan mencoba langsung teknologi pengenalan wajah yang dikembangkan para santri. Sistem tersebut mampu mengenali dirinya berdasarkan data yang tersedia.

Gibran mengapresiasi kemampuan para santri yang mampu menghasilkan inovasi meski baru mempelajari dasar-dasar teknologi. Menurutnya, keterampilan tersebut dapat terus dikembangkan melalui penyempurnaan perangkat keras, pemrograman, dan pengolahan data.

“Luar biasa sekali. Anak muda baru diajari basic langsung bisa melakukan inovasi seperti ini. Saya senang sekali. Ke depan saya yakin inovasinya akan lebih baik,” kata Gibran.

Baca juga : Kunjungi PP Dalwa Pasuruan, Gibran Ajak Santri Kuasai Teknologi AI Dan Robotik

Ia menilai, penguasaan teknologi AI dan coding perlu diperluas di lingkungan pesantren. Dengan begitu, santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan teknologi dan kemampuan memecahkan masalah.

Gibran berharap, guru dan santri di Ponpes Dalwa terus mengembangkan kreativitas melalui pembelajaran teknologi. Menurutnya, penguasaan dasar yang kuat dapat menjadi bekal untuk menghasilkan inovasi yang lebih baik pada masa mendatang.

“Saya ingin di pondok ini, guru dan murid bisa berinovasi. Kalau basic bisa dipegang, inovasi ke depan bisa lebih baik lagi. Anak muda imajinasinya besar dan punya semangat untuk berinovasi,” ujarnya.

Adsense

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi program Pembelajaran AI dan Robotika untuk Akselerasi Transformasi Digital Santri yang diselenggarakan Ponpes Dalwa selama kurang lebih tiga hari.

Menurut Khofifah, kemampuan santri beradaptasi dan mempelajari ilmu baru menunjukkan pesantren memiliki potensi besar dalam menyiapkan generasi masa depan. Pendidikan pesantren juga perlu terus mengintegrasikan ilmu agama dengan pengetahuan umum agar santri mampu menghadapi perkembangan zaman.

Baca juga : Sowan Ke Para Kiai Di Pasuruan, Wapres Gibran Mohon Doa Untuk Kebaikan Bangsa

“Santri memang selama ini selalu menjadi kekuatan signifikan di Jawa Timur. Alhamdulillah, santri tidak hanya sekadar menjadi ahli agama, tapi juga ahli bahasa, peneliti, penggerak zaman, penulis, dan bahkan pengusaha,” ungkap Khofifah.

Ia meyakini, perpaduan pendidikan agama, pembentukan akhlak, dan penguasaan ilmu pengetahuan dapat menjadi bekal penting bagi santri untuk berkontribusi di berbagai bidang.

“Insya Allah, santri-santri kita akan menjadi salah satu pewaris tonggak kepemimpinan masa depan karena mereka punya paket lengkap. Mulai dari akhlak, adab, ilmu agama, dan ilmu pengetahuan,” lanjutnya.

Khofifah juga menilai Ponpes Dalwa sebagai salah satu pesantren yang berkembang pesat di Jawa Timur. Selain menghadirkan program pembelajaran inovatif, pesantren tersebut terus mendorong peningkatan kapasitas pengajar dan menyediakan fasilitas pendukung bagi para santri.

Ia berharap pengembangan program pendidikan dan fasilitas di Ponpes Dalwa dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan demikian, pesantren dapat terus berperan dalam mencetak generasi yang mampu beradaptasi dan berinovasi menghadapi perkembangan teknologi.

Baca juga : Menkop Cek Kesiapan KDKMP di Jatim, Pastikan Beroperasi Secara Bertahap

Ponpes Dalwa didirikan pada 1981 oleh Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun bersama Al-Habib Ahmad bin Husin Assegaf. Pesantren ini berfokus pada pendalaman ilmu agama dan bahasa Arab, dengan jenjang pendidikan mulai dari sekolah menengah hingga perguruan tinggi melalui Universitas Islam Internasional Dalwa (UII Dalwa) di Bangil, Pasuruan.

Pesantren tersebut memiliki sejumlah fakultas, antara lain Tarbiyah, Syariah, Adab, Dakwah, dan Ekonomi Syariah. Program unggulannya meliputi tahfiz Al-Qur’an, dakwah, serta daurah khusus.

Melalui pembelajaran AI dan robotika, Ponpes Dalwa berupaya memperluas wawasan teknologi para santri sekaligus memperkuat integrasi ilmu agama dan pengetahuan umum untuk menghadapi tantangan masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense