Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kunjungi PP Dalwa Pasuruan, Gibran Ajak Santri Kuasai Teknologi AI Dan Robotik
Jumat, 16 Oktober 2026 18:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak para santri menguasai teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dan robotik agar mampu menjawab tantangan zaman. Penguasaan teknologi dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia agar mampu beradaptasi, berinovasi, dan mandiri di tengah perkembangan digital.
Pesan tersebut disampaikan Gibran saat meninjau pelatihan AI dan robotik bagi santri Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (PP Dalwa), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026).
“Kita ingin ke depan, para santri ini juga akan dapat menjawab tantangan zaman. Jadi kita berpacu, jangan sampai ketinggalan dengan negara lain,” tegas Gibran.
Menurut Gibran, kesempatan mempelajari teknologi masa depan harus terbuka bagi seluruh generasi muda, termasuk santri. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berperan dalam pengembangan teknologi dan menciptakan berbagai inovasi.
Ia menjelaskan, pembelajaran AI dan robotik tidak semata-mata bertujuan membekali santri dengan keterampilan teknis. Pelatihan tersebut juga melatih kemampuan berpikir kritis, berpikir komputasional, serta memecahkan masalah.
Baca juga : Sowan Ke Para Kiai Di Pasuruan, Wapres Gibran Mohon Doa Untuk Kebaikan Bangsa
“Mempelajari AI/robotik bukan berarti harus jadi programmer, tapi justru melatih berpikir kritis, berpikir komputasional, dan terbiasa melakukan problem solving,” ujarnya.
Gibran juga mendorong agar pembelajaran teknologi dilakukan secara praktis dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan begitu, generasi muda dapat memahami cara memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, sekaligus menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
“Jadikan teknologi sebagai alat bantu untuk ciptakan inovasi dan meningkatkan produktivitas,” tambahnya.
Di sisi lain, Gibran mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kecakapan digital dan pembentukan karakter. Menurutnya, penguasaan teknologi harus disertai akhlak agar santri mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Ia meminta para santri berhati-hati dalam menerima informasi, mengenali hoaks, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta tidak menggunakan teknologi untuk merugikan orang lain.
Baca juga : Angkie Yudistia Apresiasi Gibran Buka Istana untuk Anak Disabilitas
“Gunakan teknologi dengan bijak. Jaga kerahasiaan data. Jaga diri dari hoaks, dan jangan gunakan untuk merugikan orang lain. Penggunaan teknologi perlu digunakan secara bertanggung jawab dengan menghormati nilai-nilai agama dan sosial kemasyarakatan,” pungkasnya.
Saat meninjau pelatihan, Gibran berinteraksi dengan para santri yang memaparkan hasil percobaan mereka. Salah satunya adalah aplikasi identifikasi wajah untuk merekam kehadiran.
Gibran mengapresiasi inovasi tersebut. Pasalnya, para santri baru mempelajari dasar-dasar pemrograman dan AI selama tiga hingga empat hari, tetapi sudah mampu menghasilkan percobaan aplikasi.
“Ini kan kalian baru 3-4 hari mempelajari coding dan AI ini ya? Jadi luar biasa sekali anak muda, baru diajari basic-basicnya, langsung bisa melakukan inovasi seperti ini,” puji Gibran.
Tiga santri yang berinteraksi dengan Wapres, yakni Reyhan, Aditya, dan Muhammad Syarief Altaff, mengaku baru pertama kali mempelajari AI. Mereka menilai pelatihan tersebut menambah pengetahuan sekaligus membangkitkan semangat untuk mendalami teknologi lebih jauh.
Baca juga : Terima Komunitas Aku Menari, Wapres Dukung Ruang Ekspresi Anak Disabilitas
Reyhan, siswa kelas XII SMA, mengatakan pelatihan robotik yang baru diikutinya selama empat hari telah memotivasinya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
“Walaupun saya baru 4 hari menerima pelajaran tentang robotik ini, ini sangat memotivasi saya untuk bisa mendalami lebih jauh tentang teknologi, dan menciptakan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi banyak orang,” ungkap Reyhan.
Pelatihan AI dan robotik di PP Dalwa menjadi bagian dari upaya memperluas akses generasi muda terhadap teknologi masa depan. Melalui pembelajaran tersebut, santri diharapkan dapat mengembangkan kecakapan digital tanpa meninggalkan pengetahuan keagamaan dan nilai-nilai karakter.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya