Dark/Light Mode

Hadiri Wisuda Institut Pariwisata Trisakti, Gibran Bicara Pemanfaatan Teknologi

Selasa, 13 Oktober 2026 19:52 WIB
Wapres Gibran Rakabuming menyampaikan pidato saat menjadi pembicara utama dalam acara wisuda Institut Pariwisata Trisakti di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Dok. Setwapres
Wapres Gibran Rakabuming menyampaikan pidato saat menjadi pembicara utama dalam acara wisuda Institut Pariwisata Trisakti di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Dok. Setwapres

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah sektor pariwisata Indonesia. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat memperluas promosi kekayaan alam dan budaya Indonesia sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gibran saat menjadi pembicara utama dalam Wisuda Institut Pariwisata Trisakti (IPT) Tahun Akademik 2025/2026 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). Acara tersebut diikuti 669 wisudawan dari program doktor, magister, sarjana, dan sarjana terapan.

Wapres Gibran Rakabuming menekankan pentingnya inovasi teknologi untuk mengembangkan pariwisata berkualitas saat wisuda Institut Pariwisata Trisakti di Jakarta, Selasa (13/10/2026)..

Gibran mengatakan, pariwisata dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi apabila potensi yang dimiliki Indonesia mampu menghasilkan devisa, membuka lapangan kerja berkualitas, serta memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat.

Karena itu, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi. Inovasi dan pemanfaatan teknologi juga diperlukan untuk memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan nilai ekonomi sektor tersebut.

Baca juga : Wapres Tanggapi Hasil Survei Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran

“Perlu kita pikirkan saat ini adalah bagaimana teknologi dapat menciptakan nilai tambah bagi pariwisata kita, bagaimana teknologi dapat meningkatkan manfaat langsung bagi masyarakat, bagaimana teknologi dapat membuat keindahan Indonesia ditemukan dunia. Kita ingin menciptakan high quality tourism,” ujar Gibran.

Wapres Gibran Rakabuming menyalami orang tua dan wisudawan Institut Pariwisata Trisakti dalam acara wisuda tahun akademik 2025/2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Selain pemanfaatan teknologi, Gibran menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai pasok industri pariwisata. Menurutnya, pertumbuhan sektor ini harus turut memperkuat kapasitas usaha masyarakat di sekitar destinasi wisata.

Dia mencontohkan praktik yang dilakukan Hotel Plataran Bromo, yang menjalin kemitraan dengan petani lokal sebagai pemasok bahan baku restoran. Hotel tersebut juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penyedia layanan wisata jip Gunung Bromo, serta masyarakat adat dalam kegiatan wisata edukasi mengenai Suku Tengger.

“Saya mengapresiasi bagaimana mereka menjalin kerja sama dengan petani sekitar sebagai supplier bahan baku restoran, UMKM sekitar sebagai vendor wisata Jeep Gunung Bromo, masyarakat adat sebagai wisata edukasi mengenal Suku Tengger, sehingga kehadiran korporasi besar bukan menggantikan, bukan menggerus, tapi justru meningkatkan kapasitas usaha masyarakat terkait promosi,” ungkapnya.

Baca juga : Ditjen Imigrasi Optimalkan Layanan, Aman & Nyaman

Menurut Gibran, pola kemitraan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran perusahaan besar dapat berjalan beriringan dengan pengembangan usaha masyarakat. Dengan keterlibatan warga lokal, manfaat ekonomi pariwisata diharapkan dapat dirasakan lebih luas.

Gibran juga menyoroti pentingnya memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat internasional melalui industri kreatif. Menurutnya, musik dan karya kreatif dapat menjadi sarana untuk memperluas pengenalan Indonesia di tingkat global.

Dia menyebut sejumlah karya musisi Indonesia yang mendapat perhatian di luar negeri, termasuk lagu Tulus berjudul Teh Hijau yang populer di Malaysia, grup vokal No-Na yang menduduki puncak salah satu platform musik di Korea Selatan, serta penyanyi Silet Open Up yang karyanya masuk nominasi lagu terbaik Asia di Jepang.

Fenomena tersebut, menurut Gibran, menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan kreativitas Indonesia dapat menjadi modal untuk membangun daya tarik bangsa di mata dunia.

Baca juga : Buka Kongres API, Gibran: Perkuat Toleransi Untuk Jaga Persatuan Bangsa

Dia menjelaskan, pariwisata dan industri kreatif merupakan bagian dari soft power atau kekuatan lunak Indonesia. Melalui kekayaan budaya, nilai, dan kreativitas, Indonesia dapat membangun kedekatan dengan masyarakat internasional.

Karena itu, pengembangan pariwisata perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, kekayaan Indonesia tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga sumber inspirasi dan kebanggaan di tingkat internasional.

“Pariwisata merupakan salah satu instrumen penting dalam soft power Indonesia. Soft power adalah kekuatan suatu bangsa untuk membuatnya dicintai dunia,” pungkas Gibran.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.