BREAKING NEWS
 

Survei Indopol: Meutya Hafid Menteri Perempuan Paling Menonjol

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 19 Oktober 2026 17:37 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dinilai sebagai menteri perempuan paling menonjol di Kabinet Merah Putih. Dalam survei Indopol Survey, Meutya dipilih 29,6 persen responden sebagai menteri perempuan paling menonjol. Ia juga menempati posisi teratas dalam penilaian menteri yang paling meyakinkan saat tampil di forum internasional.

Hasil survei yang dirilis pada 19 Oktober 2026 itu menunjukkan, Meutya memperoleh penilaian positif dalam sejumlah kategori menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2026.

Dalam kategori menteri perempuan paling menonjol, Meutya memperoleh 29,6 persen suara responden. Keunggulan tersebut terlihat di berbagai kelompok masyarakat berdasarkan wilayah, usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan.

“Meutya memiliki modal visibilitas yang kuat di kategori menteri perempuan,” demikian catatan Indopol dalam laporannya.

Dukungan tertinggi terhadap Meutya tercatat di wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebesar 56,6 persen. Sementara itu, di Jawa yang menjadi wilayah dengan jumlah responden terbanyak, ia memperoleh 30,5 persen.

Baca juga : Pers Tetap Sehat di Tengah Gempuran Badai Informasi

Berdasarkan kelompok usia, Meutya meraih dukungan 47,1 persen dari Generasi X berusia 44–59 tahun. Dari sisi pendidikan, responden lulusan sarjana (S1) ke atas yang memilih Meutya mencapai 34 persen, lebih tinggi dibandingkan lulusan SMA sebesar 21,6 persen.

Dukungan dari responden laki-laki dan perempuan juga relatif berimbang. Meutya dipilih 31,1 persen responden laki-laki dan 28,1 persen responden perempuan. Data tersebut menunjukkan bahwa penerimaan terhadap Meutya tersebar di berbagai kelompok responden.

Selain unggul dalam kategori menteri perempuan, Meutya juga memperoleh penilaian tertinggi sebagai menteri yang paling meyakinkan saat tampil di forum internasional, termasuk dari sisi kemampuan berbahasa Inggris. Dalam pertanyaan yang mencakup seluruh 48 menteri kabinet, ia memperoleh 21,8 persen suara responden.

Dukungan terhadap Meutya dalam kategori ini tersebar di hampir seluruh wilayah survei. Persentase tertinggi tercatat di Bali dan Nusa Tenggara sebesar 34 persen serta Maluku dan Papua sebesar 31,4 persen.

Adsense

Meutya juga lebih banyak dipilih responden perempuan, yakni 24,1 persen, serta responden berpendidikan S1 ke atas sebesar 24,3 persen.

Baca juga : Forum Pemred Gelar FP Run 2026 : Kampanyekan Jurnalisme Berkualitas

Indopol mengaitkan persepsi publik tersebut dengan rekam jejak Meutya sebagai mantan jurnalis dan mantan Ketua Komisi I DPR RI yang membidangi urusan luar negeri. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari latar belakangnya dalam menjalankan tugas sebagai Menkomdigi.

Dalam kategori kemampuan menjelaskan kebijakan pemerintah, Meutya menempati posisi kedua dengan perolehan 15,4 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa namanya juga mendapat perhatian responden dalam aspek komunikasi kebijakan.

Survei tersebut turut mencatat kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak disebut secara spontan oleh 5 persen responden ketika diminta menyebut kebijakan pemerintah yang mereka ingat.

Kebijakan perlindungan anak di ruang digital tersebut berkaitan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS. Regulasi ini mengatur perlindungan anak dari berbagai risiko di ruang digital, termasuk konten berbahaya, perundungan siber, penipuan daring, dan eksploitasi digital.

Meski memperoleh penilaian tinggi dalam kategori tertentu, hasil survei juga memperlihatkan ruang untuk memperkuat persepsi publik terhadap kinerja Meutya. Dalam pertanyaan mengenai menteri dengan kinerja terbaik yang menyediakan lima pilihan nama, Meutya memperoleh 2,3 persen.

Baca juga : Peluang Usaha Mulai Terbuka, Belajar dan Berobat Makin Mudah

Sementara itu, penilaian terhadap cara pemerintah menyampaikan kebijakan secara keseluruhan masih didominasi persepsi negatif. Sebanyak 56,8 persen responden menilai komunikasi pemerintah buruk, sedangkan 38,6 persen menilainya baik.

Indopol menilai visibilitas Meutya belum sepenuhnya tercermin dalam penilaian kinerja lintas menteri. Karena itu, lembaga tersebut merekomendasikan penguatan komunikasi kebijakan yang lebih personal dan berbasis capaian.

Survei Indopol dilakukan secara daring terhadap 1.000 responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah di 38 provinsi. Pengumpulan data berlangsung pada 13–17 Oktober 2026 menggunakan kuesioner terstruktur berisi 18 pertanyaan.

Sampel direkrut melalui iklan digital, jaringan koordinator provinsi, dan panel responden Indopol dengan metode quota sampling berdasarkan provinsi, jenis kelamin, dan kelompok usia. Karena menggunakan sampel nonprobabilitas, survei ini tidak memiliki margin of error yang dapat dihitung secara statistik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense