Dark/Light Mode

Uji Coba Perlinsos Digital Di Bali, Komdigi Tingkatkan Kapasitas Portal

Jumat, 9 Oktober 2026 22:34 WIB
Dirjen Teknologi Pemerintah Digital Komdigi Mira Tayyiba menjelaskan uji coba Perlinsos digital di Bali, Jumat (9/10/2026). Foto: SSL/RM
Dirjen Teknologi Pemerintah Digital Komdigi Mira Tayyiba menjelaskan uji coba Perlinsos digital di Bali, Jumat (9/10/2026). Foto: SSL/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat kapasitas portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk mengantisipasi peningkatan akses selama uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Bali. Penguatan sistem dilakukan secara berkala agar portal mampu menampung lebih banyak pengguna dan menjaga kelancaran pendaftaran.

Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Komdigi Mira Tayyiba mengatakan, kesiapan teknologi harus berjalan beriringan dengan pendampingan langsung kepada masyarakat. Sebab, keberhasilan digitalisasi tidak cukup hanya mengandalkan sistem, tetapi juga bergantung pada kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan.

“Kita telah melakukan penguatan secara berkala. Sehingga insyaallah dapat menampung atau mengakomodasi hit yang lebih banyak,” ujar Mira dalam acara Kunjungan Jurnalistik Pelaksanaan Uji Coba Program Perlindungan Sosial Digital di Bali, Jumat (9/10/2026).

Baca juga : BSSN Pastikan Data Pejabat Yang Beredar Di Internet Bukan Kebocoran Baru

Hingga minggu pertama Oktober 2026, sebanyak 652.858 kepala keluarga (KK) atau 50,52 persen dari total KK di Bali telah mendaftar melalui portal Perlinsos. Dari jumlah tersebut, 93,35 persen pendaftaran dilakukan dengan bantuan agen Perlinsos.

Menurut Mira, angka tersebut menunjukkan pentingnya pendampingan dalam penerapan layanan digital pemerintah. Sebanyak 12.187 agen aktif di Bali membantu masyarakat mengakses portal dan menyelesaikan proses pendaftaran.

“Ini menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, tapi juga membutuhkan kehadiran dan pendampingan langsung kepada masyarakat,” katanya.

Baca juga : Revitalisasi 401 Sekolah di Bali Dongkrak Mutu Pendidikan dan Ekonomi

Bali menjadi provinsi pertama yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota dalam uji coba digitalisasi bansos. Capaian pendaftaran tersebut juga menempatkan Bali sebagai salah satu provinsi dengan cakupan pendaftaran kepala keluarga tertinggi secara nasional.

Kabupaten Buleleng, Karangasem, dan Badung tercatat sebagai tiga wilayah dengan jumlah pendaftaran tertinggi di Bali. Khusus Kabupaten Badung, sebanyak 66.970 KK telah mendaftar melalui portal Perlinsos.

Mira menjelaskan, pelaksanaan uji coba turut melibatkan pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh adat, dan agen Perlinsos. Waktu pelayanan bahkan disesuaikan hingga sore dan malam hari agar masyarakat dapat mendaftar di tengah kesibukan sehari-hari.

Baca juga : The Solitaire Kenalkan Bali Jadi Destinasi Bedah Estetik Dan Longevity

Ia menegaskan, digitalisasi harus memastikan layanan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kesiapan sistem, tetapi juga dari kemudahan warga dalam memanfaatkan layanan.

Mira berharap capaian dan kolaborasi pemerintah daerah di Bali, termasuk Kabupaten Badung, dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi contoh bagi pelaksanaan digitalisasi bansos di daerah lain.

“Kami sangat berharap kerja keras, capaian, dan antusiasme Provinsi Bali, termasuk Kabupaten Badung, dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan menjadi contoh praktik baik bagi pelaksanaan digitalisasi bansos ke depan,” pungkasnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.