BREAKING NEWS
 

Pangan Bisa Jadi Senjata Saat Krisis, Prabowo: Punya Duit Belum Tentu Bisa Beli

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : M ADE AL KAUTSAR
Rabu, 21 Oktober 2026 20:34 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyebut swasembada pangan merupakan capaian penting pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global. Prabowo bilang, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri menjadi modal penting ketika pasokan internasional terganggu.

Prabowo mengaku, situasi global yang diwarnai konflik dan persaingan antarnegara membuat ketahanan pangan semakin strategis. Bahkan, negara yang memiliki kemampuan finansial belum tentu dapat memperoleh pasokan pangan dari luar negeri ketika terjadi krisis.

“Pangan itu menentukan karena sekarang pangan bisa menjadi senjata, dalam keadaan krisis kita punya uang pun mungkin kita tidak bisa beli beras dari negara lain,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Baca juga : Pegang Prinsip Politik Bebas Aktif, Prabowo: Indonesia Ingin Jadi Tetangga yang Baik

Ia mengapresiasi upaya pemerintah menjaga produksi pangan di tengah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang. Menurutnya, keberhasilan menjaga ketersediaan pangan dapat meningkatkan daya tahan Indonesia dalam menghadapi gejolak global. 

Adsense

"Kita bersyukur sudah swasembada pangan di musim yang sangat sulit. El Nino kita hadapi, nanti ada La Nina kita hadapi, kita sudah punya kontingensi-kontingensi," ungkap Prabowo. 

Selain pangan, Prabowo menyoroti pentingnya memperkuat ketahanan energi. Indonesia, diakuinya, memiliki sejumlah sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar.

Baca juga : Prabowo Ancam Bongkar Perusahaan Di Balik Karhutla

"Kita sudah mencapai B50 dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi etanol E50. Mungkin tahun ini kita baru bisa mencapai E10, mungkin 2 tahun lagi kita akan berharap mencapai E20, dan 2 tahun sesudah itu kita berharap kita akan mencapai E50. Pada saat kita E50 dan B50, kita insya Allah tidak perlu impor BBM lagi dari luar," tutur Prabowo. 

Ia berharap pemanfaatan sumber daya domestik di sektor pangan dan energi dapat memperkuat kemandirian Indonesia. 

"Batubara kita masih banyak, geotermal kita banyak, yang terutama kita bisa buat disel solar dari tanaman. Biodisel kita nanti akan sangat membantu kita," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense